Gegara Pandemi, Matahari Putra Prima Terus Merugi Capai Rp219,25 Miliar
Jum'at, 16 Oktober 2020 - 13:38 WIB
Perusahaan pemilik jaringan ritel Hypermart, Hyfresh dan Foodmart juga mengakui, bahwa selama pandemi harus menutup beberapa gerai yang penjualannya mengalami kerugian. Setidaknya ada 8 gerai ditutup di sejumlah daerah seperti di Bali dan Jambi. "Gerai ini ditutup sementara karena jumlah pelanggan sangat sedikit. Adapun rencananya, di akhir tahun ini sudah bisa dibuka kembali," jelasnya.
(Baca juga: Polres Jaksel Jaga Pusat Perbelanjaan saat Aksi Demo UU Cipta Kerja )
Sementara itu, Corporate Secretary PT Matahari Putra Prima Tbk, Danny Kojongian menyatakan, untuk bertahan di tengah pandemi perusahaan melakukan efisiensi dan mendorong penjualan lewat online. Seperti melalui Hypermart Online, Chat & Shop melalui WhatsApp, GrabMart serta Shopee. "Penjualan online masih belum cukup karena mayoritas masih belanja offline," ujarnya.
Meski begitu, di tahun depan MPPA membidik penjualan online mencapai 10-15 persen. Langkah ini merupakan pengembangan yang dilakukan perusahaan untuk menghadapi situasi dalam pandemi.
(Baca juga: Polres Jaksel Jaga Pusat Perbelanjaan saat Aksi Demo UU Cipta Kerja )
Sementara itu, Corporate Secretary PT Matahari Putra Prima Tbk, Danny Kojongian menyatakan, untuk bertahan di tengah pandemi perusahaan melakukan efisiensi dan mendorong penjualan lewat online. Seperti melalui Hypermart Online, Chat & Shop melalui WhatsApp, GrabMart serta Shopee. "Penjualan online masih belum cukup karena mayoritas masih belanja offline," ujarnya.
Meski begitu, di tahun depan MPPA membidik penjualan online mencapai 10-15 persen. Langkah ini merupakan pengembangan yang dilakukan perusahaan untuk menghadapi situasi dalam pandemi.
(ind)
Lihat Juga :