Waspada!, Indonesia Akan Resesi Panjang Dibanding Krisis Moneter 1998

Kamis, 22 Oktober 2020 - 14:59 WIB
Adrian memproyeksi, pertumbuhan ekonomi kuartal III 2020 berada di -3,3% yoy. Ini artinya, perekonomian Indonesia sudah akan mengalami kontraksi selama empat kuartal berturut-turut sejak kuartal IV 2019.

"Proyeksi ekonomi di tahun 2020 dan 2021 memperlihatkan bahwa lemahnya momentum ekonomi Indonesia mungkin akan berlanjut sampai kuartal I 2021. Saya memperkirakan kontraksi ekonomi akan berlanjut di kuartal IV 2020, sebesar -2,3% yoy," bebernya.

(Baca Juga: RI Diprediksi Resesi, Luhut: Masih Lebih Baik dari Negara Lain )

Adapun pertumbuhan ekonomi di seluruh tahun 2020 dengan demikian akan mencapai -2,0% yoy. Selanjutnya bila kontraksi struktural masih berlanjut sampai kuartal I 2021, maka Indonesia akan berada dalam zona resesi yang bahkan lebih panjang dibanding episode krisis moneter di tahun 1998.

Bergesernya garis pertumbuhan Indonesia sebagai akibat dari resesi yang berkepanjangan saat ini akan membuat momentum pemulihan ekonomi di tahun 2021 menjadi terbatas. "Sehingga saya memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2021 hanya akan mencapai 3,8% yoy," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!