Restrukturisasi Bisnis, Bos Pertamina Butuh Modal Rp1.958 Triliun

Kamis, 22 Oktober 2020 - 19:18 WIB
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mencatat, pihaknya sudah menyusun skema ihwal pengembangan bisnis perseroan hingga tahun 2026 mendatang. Untuk itu, manajemen harus menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai USD133 miliar atau setara Rp1.958 triliun.

Anggaran tersebut merupakan bagian dari agenda restrukturisasi bisnis dan portofolio Pertamina yang tengah digodok Kementerian BUMN dan manajemen perseroan pelat merah tersebut.



"Dengan adanya rencana restrukturisasi bisnis dan restrukturisasi portofolio, kita harus melakukan pengembangan bisnisnya dalam enam tahun ke depan, kemudian bisa melakukan saving ke energi baru dan terbarukan, serta memperkuat capex sebesar USD133 miliar," ujar Nicke dalam Webinar, Jakarta, Kamis (22/10/2020).

(Baca juga: Bos Pertamina Nicke Widyawati Masuk Daftar 16 Wanita Paling Berpengaruh di Dunia )

Manajemen Pertamina pun sudah memetakan berapa kemampuan ekuitas yang dimiliki saat ini. Saat ini ekuitas Pertamina sebesar 47 persen.

Sementara itu, untuk mencapai angka capex yang ditargetkan, manajemen akan melakukan equity financing atau penanaman modal melalui penjualan saham. Harapannya, langkah ini bisa membawa perusahaan memperoleh dana sebesar 15 persen dari target Rp1.958 triliun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!