6 Ruas Tol Baru Siap Beroperasi di Jabodetabek Akhir Tahun Ini
Minggu, 25 Oktober 2020 - 13:16 WIB
Saat ini enam ruas tol telah memasuki tahap akhir penyelesaian untuk segera dioperasikan dan siap diresmikan pada bulan November dan Desember 2020 yang akan datang. Foto/SINDO Photo
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama badan usaha jalan tol terus mempercepat penyelesaikan pembangunan ruas-ruas tol baru pada kawasan metropolitan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) . Saat ini enam ruas tol telah memasuki tahap akhir penyelesaian untuk segera dioperasikan dan siap diresmikan pada bulan November dan Desember 2020 yang akan datang.
Keenam ruas tol tersebut adalah Jalan Tol Cimanggis – Cibitung Seksi 1A (Cimanggis – Jatikarya), Tol Cinere – Serpong Seksi 1 (SS Serpong – SS Pamulang), Tol Bogor Ring Road Seksi 3A (Simpang Yasmin – Kayu Manis), Tol Cengkareng – Kunciran, Tol Cibitung – Cilincing Seksi 1 (Cibitung – Gabus Indah), dan Tol Bekasi – Cawang – Kampung Melayu Seksi 1 (Koneksi Toll to Toll Wiyoto Wiyono + On Ramp Pasar Gembrong) dan Seksi 2A (Jaka Sampurna – Kayuringin).
(Baca Juga: Setahun Jokowi-Ma'ruf, Ini 6 Ruas Tol yang Dibangun dan Diresmikan )
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, kehadiran jalan tol yang terhubung dengan kawasan-kawasan produktif dapat mengurangi biaya logistik dan meningkatkan daya saing Indonesia untuk menarik investasi.
Keenam ruas tol tersebut adalah Jalan Tol Cimanggis – Cibitung Seksi 1A (Cimanggis – Jatikarya), Tol Cinere – Serpong Seksi 1 (SS Serpong – SS Pamulang), Tol Bogor Ring Road Seksi 3A (Simpang Yasmin – Kayu Manis), Tol Cengkareng – Kunciran, Tol Cibitung – Cilincing Seksi 1 (Cibitung – Gabus Indah), dan Tol Bekasi – Cawang – Kampung Melayu Seksi 1 (Koneksi Toll to Toll Wiyoto Wiyono + On Ramp Pasar Gembrong) dan Seksi 2A (Jaka Sampurna – Kayuringin).
(Baca Juga: Setahun Jokowi-Ma'ruf, Ini 6 Ruas Tol yang Dibangun dan Diresmikan )
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, kehadiran jalan tol yang terhubung dengan kawasan-kawasan produktif dapat mengurangi biaya logistik dan meningkatkan daya saing Indonesia untuk menarik investasi.
Lihat Juga :