Chandra Asri Raih Pendapatan USD1,268 Miliar
Selasa, 27 Oktober 2020 - 08:35 WIB
Foto/dok
JAKARTA - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mencatatkan pendapatan bersih sebesar USD1,268 miliar pada kuartal III/2020. Jumlah tersebut menurun 8,6% dari USD1,387 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
“Penurunan pendapatan akibat dari harga penjualan rata-rata produk yang lebih rendah, terutama untuk Olefins dan Polyolefins, tetapi dengan permintaan sehat yang kontinu menghasilkan peningkatan volume penjualan,” ujar Direktur TPIA Suryandi, dalam siaran persnya, kemarin. (Baca: Bolehkah Seorang Istri Menunda Kehamilan?)
Suryandi mengaku kinerja keuangan perseroan kuartal III/2020 cukup solid dengan EBITDA mencapai USD61 juta dan laba bersih sebesar USD21 juta selama tiga bulan dari Juli hingga September 2020. “Hal ini menjadikan EBITDA year to date (yoy) 2020 kami sebesar USD66 juta dan mengurangi kerugian bersih sebesar USD19 juta pada kuartal III/2020,” katanya.
Suryandi menuturkan, perseroan hingga kuartal III/2020 dapat menjual volume produksi secara stabil tanpa penurunan permintaan, untuk melayani kebutuhan pelanggan kami dan pasar domestik yang dinamis. Penjualan yang stabil ini dilatarbelakangi adanya perbaikan permintaan pada paruh kedua tahun 2020 dari China dan Asia Timur Laut. “Kekuatan bisnis karena adanya permintaan akan kemasan plastik sebagai produk berbiaya rendah dan higienis, dan fokus berkelanjutan kami pada keunggulan operasional untuk memberikan operasi yang lancar dan aman,” tuturnya. (Baca juga: Tips Tetap Sehat Selama Libur Panjang di Tengah Pandemi)
“Penurunan pendapatan akibat dari harga penjualan rata-rata produk yang lebih rendah, terutama untuk Olefins dan Polyolefins, tetapi dengan permintaan sehat yang kontinu menghasilkan peningkatan volume penjualan,” ujar Direktur TPIA Suryandi, dalam siaran persnya, kemarin. (Baca: Bolehkah Seorang Istri Menunda Kehamilan?)
Suryandi mengaku kinerja keuangan perseroan kuartal III/2020 cukup solid dengan EBITDA mencapai USD61 juta dan laba bersih sebesar USD21 juta selama tiga bulan dari Juli hingga September 2020. “Hal ini menjadikan EBITDA year to date (yoy) 2020 kami sebesar USD66 juta dan mengurangi kerugian bersih sebesar USD19 juta pada kuartal III/2020,” katanya.
Suryandi menuturkan, perseroan hingga kuartal III/2020 dapat menjual volume produksi secara stabil tanpa penurunan permintaan, untuk melayani kebutuhan pelanggan kami dan pasar domestik yang dinamis. Penjualan yang stabil ini dilatarbelakangi adanya perbaikan permintaan pada paruh kedua tahun 2020 dari China dan Asia Timur Laut. “Kekuatan bisnis karena adanya permintaan akan kemasan plastik sebagai produk berbiaya rendah dan higienis, dan fokus berkelanjutan kami pada keunggulan operasional untuk memberikan operasi yang lancar dan aman,” tuturnya. (Baca juga: Tips Tetap Sehat Selama Libur Panjang di Tengah Pandemi)
Lihat Juga :