Chandra Asri Raih Pendapatan USD1,268 Miliar
Selasa, 27 Oktober 2020 - 08:35 WIB
Menurut Suryandi, posisi neraca Chandra Asri tetap solid dengan kumpulan likuiditas sebesar USD797 juta per 30 September 2020, termasuk kas dan setara kas sebesar USD516 juta. Chandra Asri secara proaktif melakukan percepatan pelunasan sebesar USD125 juta dari secured term loan terakhir pada Juli 2020 (semestinya jatuh tempo pada tahun 2023).
Hal ini dilakukan dengan membeli kembali obligasi dolar sebesar USD20 juta di pasar terbuka, dan menerbitkan obligasi rupiah dalam negeri sebesar USD68 juta. “Perseroan secara proaktif mengelola struktur modal sekaligus mengurangi biaya pendanaan secara keseluruhan,” katanya.
Suryandi pun menjelaskan, perseroan berhasil melakukan start-up pabrik MTBE (Methyl Tert-butyl Ether) dengan kapasitas 128 kilo ton per tahun dan pabrik Butene-1, dengan kapasitas 43 kilo ton per tahun pada bulan September 2020. Proyek senilai USD130,5 juta ini telah selesai tepat waktu, sesuai anggaran dan memenuhi spesifikasi meskipun di tengah situasi pandemi yang menantang. (Lihat videonya: Pemprov DKI Putuskan Perpanjang Masa PSBB Transisi)
“Pabrik satu-satunya di Indonesia ini meningkatkan total kapasitas produksi Chandra Asri menjadi lebih dari 4,2 juta ton per tahun. Sementara untuk Enclosed Ground Flare baru dengan nilai investasi USD14 juta, lanjut dia, juga telah diselesaikan tepat waktu untuk mendukung komitmen kuat kami terhadap faktor Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG),” tandasnya. (Rakhmat Baihaqi)
Hal ini dilakukan dengan membeli kembali obligasi dolar sebesar USD20 juta di pasar terbuka, dan menerbitkan obligasi rupiah dalam negeri sebesar USD68 juta. “Perseroan secara proaktif mengelola struktur modal sekaligus mengurangi biaya pendanaan secara keseluruhan,” katanya.
Suryandi pun menjelaskan, perseroan berhasil melakukan start-up pabrik MTBE (Methyl Tert-butyl Ether) dengan kapasitas 128 kilo ton per tahun dan pabrik Butene-1, dengan kapasitas 43 kilo ton per tahun pada bulan September 2020. Proyek senilai USD130,5 juta ini telah selesai tepat waktu, sesuai anggaran dan memenuhi spesifikasi meskipun di tengah situasi pandemi yang menantang. (Lihat videonya: Pemprov DKI Putuskan Perpanjang Masa PSBB Transisi)
“Pabrik satu-satunya di Indonesia ini meningkatkan total kapasitas produksi Chandra Asri menjadi lebih dari 4,2 juta ton per tahun. Sementara untuk Enclosed Ground Flare baru dengan nilai investasi USD14 juta, lanjut dia, juga telah diselesaikan tepat waktu untuk mendukung komitmen kuat kami terhadap faktor Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG),” tandasnya. (Rakhmat Baihaqi)
(ysw)
Lihat Juga :