Modernland Cilejit Merupakan Bentuk Dukungan Pengembangan TOD
Selasa, 10 November 2020 - 00:12 WIB
Foto/Ist
JAKARTA - PT Modernland Realty Tbk. siap mendukung dan ikut berperan aktif terhadap upaya pemerintah yang mendorong pembangunan hunian transit oriented development (TOD) . Saat ini PT Modernland Realty Tbk. sedang mengembangkan sebuah kawasan perumahan berskala kota (township) bernama Modernland Cilejit seluas 1.000 hektar di kawasan Cilejit, Tangerang, Banten, dengan mengusung konsep TOD.
Kawasan hunian berkonsep TOD kini menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat modern. Banyak keuntungan yang bisa didapatkan oleh penghuni kawasan TOD. Tak heran jika masyarakat kini banyak memilih proyek yang mengusung konsep TOD. ( Baca juga:Kehadiran TOD Kereta Cepat Jadi Peluang Produk Lokal )
"hasil survei kepada konsumen yang kami lakukan kepada pembeli di tahap 1 dan 2, kami berhasil memasarkan lebih dari 1.500 unit. Alasan, terbanyak dari konsumen untuk membeli rumah di Modernland Cilejit adalah karena mengusung konsep TOD. Sebagian besar pembeli adalah generasi milenial yang membeli rumah pertama mereka. Saat ini kami sedang memasarkan tahap 3,” ungkap Helen Hamzah, Director Marketing Urban Development PT Modernland Realty Tbk, dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/11/2020).
Lokasi Modernland Cilejit hanya selangkah dan terintegrasi langsung dengan stasiun KRL Commuterline Cilejit. Gerbang Kota Baru Modernland Cilejit persis berada di depan stasiun KRL Commuterline Cilejit. “Kami sangat mengapresiasi support dan dukungan yang telah diberikan PT Kereta Api Indonesia yang diwujudkan dengan telah ditandatanganinya MoU penunjukan stasiun Cilejit sebagai hub station TOD bagi proyek Modernland Cilejit,” tambah Helen Hamzah.
KRL Commuterline kini menjadi moda transportasi pilihan utama bagi masyarakat atau warga sekitar DKI Jakarta. Hal itu terjadi karena kereta api merupakan sarana transportasi yang harganya terjangkau dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai berbagai tujuan di pusat kota.
Selain itu, alasan masyarakat menggunakan KRL Commuterline adalah supaya terhindar dari kemacetan di jalan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) pun terus meningkatkan pelayanan sehingga masyarakat cenderung merasa aman dan nyaman dalam menggunakan KRL Commuterline.
Kawasan hunian berkonsep TOD kini menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat modern. Banyak keuntungan yang bisa didapatkan oleh penghuni kawasan TOD. Tak heran jika masyarakat kini banyak memilih proyek yang mengusung konsep TOD. ( Baca juga:Kehadiran TOD Kereta Cepat Jadi Peluang Produk Lokal )
"hasil survei kepada konsumen yang kami lakukan kepada pembeli di tahap 1 dan 2, kami berhasil memasarkan lebih dari 1.500 unit. Alasan, terbanyak dari konsumen untuk membeli rumah di Modernland Cilejit adalah karena mengusung konsep TOD. Sebagian besar pembeli adalah generasi milenial yang membeli rumah pertama mereka. Saat ini kami sedang memasarkan tahap 3,” ungkap Helen Hamzah, Director Marketing Urban Development PT Modernland Realty Tbk, dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/11/2020).
Lokasi Modernland Cilejit hanya selangkah dan terintegrasi langsung dengan stasiun KRL Commuterline Cilejit. Gerbang Kota Baru Modernland Cilejit persis berada di depan stasiun KRL Commuterline Cilejit. “Kami sangat mengapresiasi support dan dukungan yang telah diberikan PT Kereta Api Indonesia yang diwujudkan dengan telah ditandatanganinya MoU penunjukan stasiun Cilejit sebagai hub station TOD bagi proyek Modernland Cilejit,” tambah Helen Hamzah.
KRL Commuterline kini menjadi moda transportasi pilihan utama bagi masyarakat atau warga sekitar DKI Jakarta. Hal itu terjadi karena kereta api merupakan sarana transportasi yang harganya terjangkau dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai berbagai tujuan di pusat kota.
Selain itu, alasan masyarakat menggunakan KRL Commuterline adalah supaya terhindar dari kemacetan di jalan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) pun terus meningkatkan pelayanan sehingga masyarakat cenderung merasa aman dan nyaman dalam menggunakan KRL Commuterline.
Lihat Juga :