Bos OJK Bongkar Penyebab Banyaknya Kasus Gagal Bayar Nasabah

Selasa, 24 November 2020 - 12:59 WIB
"Di luar pebankan itu memberikan imbal hasil investasi yang rate-nya tinggi, di atas 10%. Jadi masyarakat banyak tertarik mengalokasikan uangnya ke produk itu daripada deposito," tandasnya. ( Baca juga:Bocah yang Ancam Trump dalam video ISIS Bilang Lega Sudah Berada di AS )

Dia menambahkan, agar pihak industri menerapkan teknologi untuk mencegah banyak kasus gagal bayar pada produk jasa keuangan. Nantinya hal itu bisa diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

"Kita juga akan berencana menggunakan teknologi biar bisa kita awasi," pungkasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!