Konsumsi Turun Bukan Karena Orang Indonesia Miskin Lho, Tapi...
Kamis, 26 November 2020 - 20:59 WIB
Konsumsi rumah tangga pascapandemi disebut turun bukan karena masyarakat menjadi miskin, melainkan ada faktor lain. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Ekonom senior Indef Faisal Basri menyebut turunnya konsumsi bukan mencerminkan masyarakat Indonesia miskin. Konsumsi turun, kata dia, lantaran masyarakat berjaga-jaga.
Adapun, konsumsi masyarakat merupakan komponen utama dalam Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Melemahnya konsumsi masyarakat menyebabkan pertumbuhan ekonomi nasional terpuruk.
(Baca Juga: Faisal Basri Sebut Ekonomi Baru Akan Positif di Kuartal II/2021) "Jadi kuncinya kendalikan, kendalikan (penularan virus). Itu akan secara otomatis membantu pertumbuhan ekonomi kembali positif," ujar Faisal Basri dalam diskusi secara virtual, Kamis (26/11/2020).
Tercatat, pada kuartal III/2020 konsumsi rumah tangga -4,04% atau turun sedikit dari posisi -5,52% pada kuartal II/2020. Bahkan, untuk konsumsi makanan dan minuman selain restoran juga masih -0,69% atau bergeser sedikit sekali pada kuartal II/2020 yang sebesar -0,73%.
Adapun, konsumsi masyarakat merupakan komponen utama dalam Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Melemahnya konsumsi masyarakat menyebabkan pertumbuhan ekonomi nasional terpuruk.
(Baca Juga: Faisal Basri Sebut Ekonomi Baru Akan Positif di Kuartal II/2021) "Jadi kuncinya kendalikan, kendalikan (penularan virus). Itu akan secara otomatis membantu pertumbuhan ekonomi kembali positif," ujar Faisal Basri dalam diskusi secara virtual, Kamis (26/11/2020).
Tercatat, pada kuartal III/2020 konsumsi rumah tangga -4,04% atau turun sedikit dari posisi -5,52% pada kuartal II/2020. Bahkan, untuk konsumsi makanan dan minuman selain restoran juga masih -0,69% atau bergeser sedikit sekali pada kuartal II/2020 yang sebesar -0,73%.
Lihat Juga :