Terabas Pandemi, Industri Baja Mampu Tumbuh 5,6%
Jum'at, 27 November 2020 - 13:13 WIB
"Memang masih ada yang harus disubstitusi mulai dari hulu, seperti iron ore. Kemudian smelting harus tambah sampai lima kali lipat, karena selama ini berhenti sampai slab. Kemudian billet untuk memproduksi turunannya serta hot rolled coil (HRC) menjadi cold rolled coil (CRC)," papar Taufiek.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, adanya penambahan investasi pada industri baja menunjukkan bahwa produktivitas industri baja dalam negeri tetap bergairah. Investasi juga menandakan permintaan atau demand pada sektor tersebut masih tumbuh. ( Baca juga:Target Jadi Negara Maju, Indonesia Tak Mau 'Seapes' Filipina )
"Kalau kita lihat investasi keseluruhan dari Januari sampai September 2020, naik 37%. Ini menandakan bahwa upaya dari pemerintah dalam mendorong hilirisasi cukup efektif meski di tengah pandemi," ujarnya.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, adanya penambahan investasi pada industri baja menunjukkan bahwa produktivitas industri baja dalam negeri tetap bergairah. Investasi juga menandakan permintaan atau demand pada sektor tersebut masih tumbuh. ( Baca juga:Target Jadi Negara Maju, Indonesia Tak Mau 'Seapes' Filipina )
"Kalau kita lihat investasi keseluruhan dari Januari sampai September 2020, naik 37%. Ini menandakan bahwa upaya dari pemerintah dalam mendorong hilirisasi cukup efektif meski di tengah pandemi," ujarnya.
(uka)
Lihat Juga :