Kementan Serukan Penyuluh Sosialisasi Pemupukan Berimbang ke Petani

Minggu, 29 November 2020 - 03:09 WIB
Menurutnya, teknologi pemupukan berimbang berkembang pesat. Pupuk tidak hanya dimasukkan ke tanah, tapi bisa disemprotkan ke batang tanaman, atau disuntik ke tubuh tanaman untuk memenuhi kebutuhan hara, untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tanaman. Selain pupuk kimia, ada pupuk organik, bahkan saat ini digalakkan pupuk hayati, untuk meningkatkan ketersediaan hara bagi tanah.

(Baca juga:Erick Thohir Copot Direktur Keuangan Pupuk Indonesia)

“Perkembangan tersebut, bisa dipelajari penyuluh agar petani dan praktisi pertanian mulai mengenal bahkan menjadi pelaku untuk menghasilkan pupuk hayati,” Dedi Nursyamsi, profesor riset yang menyelesaikan pendidikan S3 Program Studi Ilmu Tanah di IPB Bogor ini.

Dedi mengajak penyuluh senantiasa mengingatkan petani memaksimalkan pemakaian pupuk organik, meningkatkan kualitas tanaman dan kuantitas hasil panen. Hal itu sejalan dengan instruksi Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo yang kerap mengingatkan petani agar tidak terlalu bergantung pada pupuk buatan karena berpeluang mengikis biaya operasional bercocok tanam.

(Baca juga:30 Persen Belum Terserap, Stok Pupuk Jawa Timur Dipastikan Aman)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!