Kemenperin Gelar Kompetisi Kerajinan 'Perlindungan Tuhan'
Sabtu, 12 Desember 2020 - 11:40 WIB
"Kita memperhatikan dan memperjuangkan kepentingan pengusaha kecil atau perajin dan seniman dengan mendorong semangat kewirausahaan mereka. Salah satunya melalui kegiatan kompetisi tudung saji ini," imbuhnya.
Tudung saji merupakan warisan budaya turun-temurun dari nenek moyang yang memiliki nilai historis dan filosofis tinggi. Tudung saji merupakan penutup makanan yang dianyam dari daun pandan hutan (berduri) yang sering dipakai menjaga kesehatan dan keberisahan makanan.
"Filosofi tudung saji adalah memohon perlindungan dari Tuhan yang Maha Kuasa. Sehingga tudung saji merepresentasikan perlindungan terhadap nilai-nilai budaya kita yang dituangkan dalam bentuk produk-produk kerajinan. Untuk itulah kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi kepada para pengrajin Indonesia sebagai penjaga warisan budaya nenek moyang kita,” tutup Loemongga. ( Baca juga:Habib Rizieq Bakal Datang, Mobil Anti Huruhara dan Raisa Mejeng di Polda Metro )
Proses seleksi kompetisi ini dilakukan untuk memilih 30 karya dari total pendaftar sebanyak 168 orang. Dari 30 besar, akan diseleksi menjadi 10 besar dan penjurian tahap terakir untuk memperoleh tiga (tiga) besar peserta terbaik kompetisi ini. “Tiga peserta terbaik kompetisi ini yaitu Muliani (Lombok Tengah, NTB), Andi Aisha JBP (Makssar, Sulsel), dan Ketut Sukra Wenten (Buleleng, Bali),” ungkap Ketua Bidang Daya Saing Dekranas Chandrasari Agus Suparmanto.
Para juara akan mendapatkan hadiah uang pembinaan dari Kementerian Perindustrian sebesar Rp30 juta (juara 1), Rp20 juta (juara 2), dan Rp15 juta (juara 3), serta akan mendapatkan hadiah dari Kementerian Perdagangan masing-masing berupa satu unit komputer.
Tudung saji merupakan warisan budaya turun-temurun dari nenek moyang yang memiliki nilai historis dan filosofis tinggi. Tudung saji merupakan penutup makanan yang dianyam dari daun pandan hutan (berduri) yang sering dipakai menjaga kesehatan dan keberisahan makanan.
"Filosofi tudung saji adalah memohon perlindungan dari Tuhan yang Maha Kuasa. Sehingga tudung saji merepresentasikan perlindungan terhadap nilai-nilai budaya kita yang dituangkan dalam bentuk produk-produk kerajinan. Untuk itulah kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi kepada para pengrajin Indonesia sebagai penjaga warisan budaya nenek moyang kita,” tutup Loemongga. ( Baca juga:Habib Rizieq Bakal Datang, Mobil Anti Huruhara dan Raisa Mejeng di Polda Metro )
Proses seleksi kompetisi ini dilakukan untuk memilih 30 karya dari total pendaftar sebanyak 168 orang. Dari 30 besar, akan diseleksi menjadi 10 besar dan penjurian tahap terakir untuk memperoleh tiga (tiga) besar peserta terbaik kompetisi ini. “Tiga peserta terbaik kompetisi ini yaitu Muliani (Lombok Tengah, NTB), Andi Aisha JBP (Makssar, Sulsel), dan Ketut Sukra Wenten (Buleleng, Bali),” ungkap Ketua Bidang Daya Saing Dekranas Chandrasari Agus Suparmanto.
Para juara akan mendapatkan hadiah uang pembinaan dari Kementerian Perindustrian sebesar Rp30 juta (juara 1), Rp20 juta (juara 2), dan Rp15 juta (juara 3), serta akan mendapatkan hadiah dari Kementerian Perdagangan masing-masing berupa satu unit komputer.
(uka)
Lihat Juga :