UMKM Urusan Perut Jadi Salah Satu yang Tertangguh Selama Pandemi

Selasa, 15 Desember 2020 - 13:25 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan bahwa pandemi Covid-19 memberikan implikasi sosial dan ekonomi yang dalam terhadap UMKM, baik dari segi supply maupun demand.

Bahkan, hasil riset OECD di bulan Februari 2020 menyebutkan bahwa lebih dari 50% UMKM Indonesia tidak akan bertahan di masa pandemi. "Namun demikian, pandemi ini memberikan pelajaran. Tidak sedikit UMKM yang dapat bertahan, bahkan bisa tumbuh di tengah pandemi," ungkap Teten dalam konferensi pers virtual "HSBC Membangun Masyarakat Tangguh" di Jakarta, Selasa(15/12/2020). ( Baca juga:Menteri Teten Sebut UU Cipta Kerja Permudah Milenial Bikin Koperasi)



Dia mengatakan, UMKM yang bertahan salah satunya adalah yang bergerak di sektor pangan, termasuk pertanian. Terlebih, data BPS di triwulan III 2020 menunjukkan bahwa sektor pertanian adalah salah satu sektor yang tumbuh paling tinggi di angka 2,15%.

"Ini sangat menggembirakan. Daya beli masyarakat memang turun, tetapi konsumsi masyarakat menjadi berfokus ke kebutuhan pokok," tandasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!