Utang Luar Negeri Bengkak, Butuh 4 Tahun Baru Bisa Lunas
Kamis, 17 Desember 2020 - 16:15 WIB
Tim Asistensi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Raden Pardede mengatakan posisi utang Indonesia tentu menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Adapun, pelunasan pembayaran utang Indonesia menurutnya butuh waktu setidaknya 4 tahun ke depan.
"Mungkin 2-3 tahun atau 4 tahun akan datang (bisa bayar utang). Pemerintah harus tarik pajak lebih banyak lagi supaya bisa menutup akibat utang yang naik akibat dari program ini," kata Raden dalam diskusi secara virtual, Kamis (17/12/2020).
(Baca juga : Telisik Korupsi PT DI, KPK Panggil 2 Komisaris PT Dirgantara Indonesia )
Menurut dia , pandemi Covid-19 telah menyebabkan utang Indonesia membengkak. Hal itu terjadi karena penerimaan pemerintah yang menurun, sementara belanja pemerintah justru meningkat.
"Di sisi lain, akibat ekonomi yang menurun, penerimaan pemerintah menurun, sementara belanja pemerintah naik signifikan. Akibatnya utang kita naik, karena penerimaan kita turun, kemudian belanja naik. Demikian berlanjut tahun 2021," tuturnya.
"Mungkin 2-3 tahun atau 4 tahun akan datang (bisa bayar utang). Pemerintah harus tarik pajak lebih banyak lagi supaya bisa menutup akibat utang yang naik akibat dari program ini," kata Raden dalam diskusi secara virtual, Kamis (17/12/2020).
(Baca juga : Telisik Korupsi PT DI, KPK Panggil 2 Komisaris PT Dirgantara Indonesia )
Menurut dia , pandemi Covid-19 telah menyebabkan utang Indonesia membengkak. Hal itu terjadi karena penerimaan pemerintah yang menurun, sementara belanja pemerintah justru meningkat.
"Di sisi lain, akibat ekonomi yang menurun, penerimaan pemerintah menurun, sementara belanja pemerintah naik signifikan. Akibatnya utang kita naik, karena penerimaan kita turun, kemudian belanja naik. Demikian berlanjut tahun 2021," tuturnya.
Lihat Juga :