Simak Nih, Peluang Bisnis Biodiesel dari Minyak Jelantah
Selasa, 29 Desember 2020 - 14:25 WIB
Minyak jelantah limbah rumah tangga, restoran menjadi peluang bisnis sebagai bahan baku alternatif biodiesel. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Minyak jelantah disebut bisa menjadi salah satu opsi bisnis menjanjikan di masa depan. Pemanfaatan minyak jelantah untuk biodiesel ini menjadi salah satu opsi yang baik sebagai bagian dari peningkatan sirkular ekonomi.
Peneliti International Council on Clean Transportation (ICCT) Tenny Kristiana mengatakan, sumber minyak jelantah di Indonesia berasal dari hotel, restoran dan rumah tangga. Semua sumber ini ada yang buang dan ada yang diolah lagi menjadi minyak curah.
(Baca Juga: Gaes Yuks Bisnis Minyak Jelantah: Dapat Omzet Lumayan dan Jaga Lingkungan)
"Ada juga yang diekspor ke Eropa dan Amerika Serikat. Dua pasar ini untuk beberapa tahun terakhir sedang gencar mencari sumber waste untuk dijadikan biodiesel di sana dan biofuel yang lain," ujarnya dalam webinar, Selasa (29/12/2020).
Tenny melanjutkan, secara rata-rata, minyak jelantah yang dapat dikumpulkan di Indonesia baru mencapai 3 juta kiloliter atau hanya 18,5% dari total konsumsi minyak goreng sawit nasional.
Berdasarkan hasil penelitian ICCT, harga minyak jelantah di Indonesia rata-rata studi perkotaan yang paling rendah sekitar Rp2.500 dan yang paling tinggi sekitar Rp7.000 digunakan untuk ekspor.
Peneliti International Council on Clean Transportation (ICCT) Tenny Kristiana mengatakan, sumber minyak jelantah di Indonesia berasal dari hotel, restoran dan rumah tangga. Semua sumber ini ada yang buang dan ada yang diolah lagi menjadi minyak curah.
(Baca Juga: Gaes Yuks Bisnis Minyak Jelantah: Dapat Omzet Lumayan dan Jaga Lingkungan)
"Ada juga yang diekspor ke Eropa dan Amerika Serikat. Dua pasar ini untuk beberapa tahun terakhir sedang gencar mencari sumber waste untuk dijadikan biodiesel di sana dan biofuel yang lain," ujarnya dalam webinar, Selasa (29/12/2020).
Tenny melanjutkan, secara rata-rata, minyak jelantah yang dapat dikumpulkan di Indonesia baru mencapai 3 juta kiloliter atau hanya 18,5% dari total konsumsi minyak goreng sawit nasional.
Berdasarkan hasil penelitian ICCT, harga minyak jelantah di Indonesia rata-rata studi perkotaan yang paling rendah sekitar Rp2.500 dan yang paling tinggi sekitar Rp7.000 digunakan untuk ekspor.
Lihat Juga :