Defisit APBN Melebar di 2020, Pemerintah Klaim Lebih Oke dari Negara ASEAN

Senin, 11 Januari 2021 - 12:34 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Tahun 2020 adalah tahun luar biasa bagi seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia. Pandemi Covid-19 seakan mengulang sejarah wabah besar seabad yang silam dan menyebabkan terganggunya kondisi kesehatan dan ekonomi secara signifikan di seluruh negara termasuk Indonesia.

Pemerintah bergerak cepat dan APBN telah menjadi instrumen yang paling efektif untuk menahan pemburukan. Kepala BKF Febrio Kacaribu mengatakan, defisit APBN tercatat sejumlah Rp956,3T atau 6,09% PDB. Realisasi ini lebih baik daripada asumsi 6,34% di Perpres 72/2020.



Defisit 6,09% ini masih relatif lebih kecil dibanding banyak negara ASEAN maupun G20. Rinciannya, defisit Malaysia tercatat 6,5% PDB, Filipina 8,1%, India 13,1%, Jerman 8,2%, Perancis 10,8%, Amerika Serikat 18,7% dari PDB. ( Baca juga:Defisit Terus Naik, APBN 2020 Tekor Rp956,3 Triliun )

“Meskipun relatif kecil dibandingkan negara-negara lain, APBN Indonesia telah bekerja secara optimal sebagai instrumen kebijakan countercyclical di masa pandemi,” ungkap Febrio Kacaribu di Jakarta, Senin (11/1/2021).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!