PLN Siap Data Pelanggan 1.300 VA yang Kesulitan Bayar Tagihan Listrik

Jum'at, 17 April 2020 - 11:02 WIB
PLN memonitor pelanggan 1.300 VA dan 900 VA nonsubsidi yang terdampak Covid-19 dan kesulitan membayar tagihan listriknya. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - PT PLN (Persero) mulai memonitor pelanggan rumah tangga nonsubisidi 1.300 VA dan 900 VA yang kesulitan membayar tagihan listrik akibat terdampak pandemi Covid-19. Berdasarkan laporan PLN, jumlah pelanggan 1.300 VA mencapai 11 juta dan 900 VA nonsubsidi mencapai 22,7 juta pelanggan.

"Kami paham dengan adanya wabah Covid-19 yang akan berjalan panjang ini pelanggan 900 VA nonsubsidi dan 1.300 VA memang mulai kesulitan membayar listrik. Ini sedang kami monitor karena ke dua pelanggan tersebut rentan terdampak," ujar Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini, di Jakarta, Jumat (17/4/2020).



Menurut dia, seluruh data pelanggan yang kesulitan membayar tagihan listrik baru akan diketahui setelah 20 April 2020 nanti, sesuai jatuh tempo pembayaran pelanggan. "Jadi kami baru akan mengetahui data secara keseluruhan pada 20 April karena pada saat itu jatuh temponya. Jadi pada 20 April, baru kita akan tahu berapa orang yang betul-betul terdampak dan kesulitan membayar," kata dia.

Di sisi lain, PLN telah berhasil menyelesaikan keringanan tagihan listrik guna mendukung pemerintah memberikan stimulus bagi masyarakat tidak mampu akibat pandemi Covid-19. Insentif tersebut diberikan kepada pelanggan 450 VA secara gratis dan diskon 50% bagi pelanggan subsidi 900 VA.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!