Begini Pemikiran Airlangga Hartarto tentang Ketahanan Energi bagi Kesejahteraan Bersama

Kamis, 18 Februari 2021 - 19:41 WIB
Ketiga, mendorong pengembangan infrastruktur energi dan teknologi yang mengarah pada pemanfaatan energi hijau agar sejalan dengan tujuan sustainable green development. Misalnya berupa panas bumi, hidro, tenaga surya, dan biomassa. “Dalam perspektif pembangunan berkelanjutan, dukungan yang diperlukan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pembangunan lingkungan yang kondusif,” pungkas Airlangga.

Menurutnya, terdapat empat faktor yang mendukung ketahanan energi, yaitu availability, accessibility, affordability, dan acceptability. Availability tercermin dari ketersediaan energi yang terjamin ketersediaannya di dalam negeri. Accessibility diupayakan untuk membangun infrastruktur energi, terutama untuk daerah tertinggal, sehingga dapat mengurangi disparitas antardaerah. Affordability merupakan kunci. Menurutnya, selama pandemi Covid-19 faktor ini menjadi semakin penting, pasalnya berkaitan dengan akses terhadap orang-orang yang tidak mampu atau yang tinggal di daerah terpencil.

Baca Juga: Airlangga Hartarto: Politikus Golkar Bukan Orang Manja dan Gampang Merengek

Adapun, acceptability diarahkan mendukung kelestarian lingkungan. “Faktor-faktor yang mendukung ketahanan energi tersebut mengacu pada 3 pilar konsep pembangunan berkelanjutan, baik dari segi ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan lingkungan,” terang Airlangga.

Sebagai penutup, Airlangga mengajak kepada para stakeholder terkait untuk bekerjasama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. “Mewujudkan pembangunan berkelanjutan memang merupakan tantangan, namun dengan kerjasama yang baik dan kesadaran akan pentingnya diharapkan dapat memajukan suatu daerah untuk mencapai kesejahteraan bersama,” pungkasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!