Bos PLN: Era Pandemi, Berani Transformasi atau Mati

Kamis, 18 Februari 2021 - 21:01 WIB
Kedua, perseroan tidak bisa melakukan hal yang sama untuk mendapatkan hasil yang berbeda. Khusus untuk manajemen, tidak bisa melakukan sesuatu dengan cara-cara yang sama dengan waktu yang lalu dan saat ini. "Namun kita harus mendapatkan hasil yang berbeda tidak mungkin. Kalau kita menggunakan cara yang sama maka kita akan mendapatkan hasil yang sama," katanya

Transformasi BUMN sendiri dipahami bila menajemen menggunakan cara yang berbeda untuk mendapatkan hasil yang berbeda. Dimana, mereka dituntut menggunakan hasil yang berbeda untuk hasil yang lebih baik. Ketiga, transformasi adalah selalu ada ruang untuk kebaikan. Perusahaan sebaik apapun selalu memiliki ruang untuk perbaikan, ruang untuk menjadi lebih baik.

"Jadi ini lah kata kunci kenapa kita harus selalu lakukan transformasi. Kenapa kita harus melakukan perubahan? Karena selalu ada perubahan untuk perbaikan. Di perusahaan sebaik apapun selalu ada ruang untuk perbaikan," kata dia.

Baca Juga: UMKM Jangan Menyerah Hadapi Pandemi, Kuncinya Inovasi dan Kolaborasi

"Terakhir, transformasi dinilai tidak mudah. Itu karena 60 persen transformasi tidak mencapai hasilnya atau gagal. Sehingga kemampuan kepemimpinan untuk dapat memimpin transformasi adalah kemampuan pokok yang harus dia miliki agar perusahaan lebih baik di waktu-waktu yang akan datang." pungkasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!