Soliditas dan Profesionalitas: Modal MAPPI Hadapi Gelombang Besar

Selasa, 23 Februari 2021 - 18:54 WIB
Dalam refleksi ini, dia mengajak para penilai untuk menggaris bawahi apa yang telah disampaikan oleh Sekjen Munas XII MAPPI tahun lalu, yaitu: peningkatan responsivitas, meminimalkan isu internal yang mengancam public trust, dan mensetarakan posisi penilai.

“Ketiga hal ini tentunya bukan menjadi concern MAPPI sendiri. PPPK selaku pembina juga mengagendakan langkah langkah penanganan hal serupa agar permasalahan ini bisa segera teratasi. Komunikasi, koordinasi dan juga konsolidasi antara PPPK dan MAPPI perlu ditingkatkan intensitasnya,” kata dia.

Ketiga, Firmansyah mengajak penilai untuk konsen pada Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity atau VUCA yang masih terus bergulir. Dalam hal ini ada tujuh hal yang harus diagendakan MAPPI ke depan.

Di antaranya: memperluas hubungan eksternal, penguatan kondisi internal, benchmanking perang dan inovasi profesi, meninjau Standar Penilaian Indonesia (SPI) secara rutin, SPI harus dikalibrasi terus-menerus, pemberian jasa penilai harus lebih prudent, dan menjaga kesetaraannya dengan peer di kancah regional dan global.

“Melalui Rakernas ini, kami harapkan MAPPI dapat mengakomodasi ketujuh hal ini. Sebagai organisasi yang menanungi 8.000 penilai profesional, MAPPI tentunya dihadapkan dengan banyak hal menyangkut masa depan anggotanya,” tambahnya.

Dalam hal ini, Firmansyah tak lupa mengapresiasi perkembangan E-KJPP yang telah dikembangkan oleh MAPPI beserta E-Valuation didalamnya. Dia mendorong agar aplikasi ini terus dikembangkan untuk kemajuan profesi.

“Organisasi-organisasi akan bertransformasi menjadi bionic organization, yaitu organisasi yang memadukan kemampuan manusia dengan teknologi menjadi sebuah sistem yang efisien dan termodulasi,” imbuhnya
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!