Pupuk Kaltim Sulap Sampah Jadi Bernilai Ekonomis

Rabu, 24 Februari 2021 - 22:31 WIB
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
JAKARTA - Persoalan sampah menjadi salah satu perhatian serius Pupuk Kaltim . Bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional 2021, Pupuk Kaltim kembali memperkuat komitmennya untuk menekan penumpukan sampah. Selama tiga tahun terakhir, komitmen tersebut telah diwujudkan melalui berbagai upaya penanggulangan hingga pemanfaatan sampah agar bernilai ekonomis.

Lewat kerjasamanya dengan Pemkot Bontang, Pupuk Kaltim menginisiasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bessai Berinta, sebagai wadah pemilahan untuk mengurangi volume sampah yang disalurkan ke TPA Bontang Lestari setiap hari. Inisiatif ini pun telah diperkuat dengan program Black Soldier Fly (BSF), sebagai inovasi pengelolaan sampah sisa makanan. Rangkaian solusi ini menjawab kondisi produksi sampah di Kota Bontang yang mencapai 80-85 ton per hari di TPA Bontang Lestari.



Baca Juga: Demi Kesejahteraan Petani, Pupuk Kaltim Siap Perluas Agro Solution

TPST merupakan pengembangan program Bank Sampah Bessai Berinta bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang, yang disinergikan mulai tahap perencanaan, implementasi, hingga monitoring dan evaluasi. Gagasan ini berjalan sejak 2018, dengan kesinambungan program hingga 2022 mendatang. "Program ini memiliki tujuan utama sebagai tempat pengolahan sampah terpadu dan mampu menjadi wadah edukasi pengolahan sampah bagi masyarakat Bontang," ujar VP CSR Pupuk Kaltim Anggono Wijaya, Rabu (24/2/2021).

Fokus pengembangan program TPST Bessai Berinta juga merupakan langkah Pupuk Kaltim dalam memberdayakan masyarakat, khususnya di 5 Kelurahan dan 1 Kecamatan di Bontang, diantaranya Kelurahan Tanjung Laut, Tanjung Laut Indah, Gunung Elai, Api-api, Bontang Kuala dan Kecamatan Bontang Utara secara umum.

Pupuk Kaltim pun memberi dukungan dengan pengadaan sarana dan prasarana alat pemilah sampah di TPST Bessai Berinta senilai Rp411 Juta, untuk meningkatkan kerjasama dalam bentuk pemberdayaan masyarakat dan melibatkan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) sebagai pengelola serta pemilah sampah di Bontang. "Ada dua jenis sampah yang diolah di TPST, yakni sampah organik untuk dijadikan kompos dan sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi akan dipilih kembali untuk dijual," tambah Anggono.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!