Perkuat Modal, BNI Akan Terbitkan Surat Utang Senilai Rp7 Triliun
Kamis, 25 Maret 2021 - 18:07 WIB
BNI akan surat utang berdenominasi USD dalam bentuk Tier 2 Subordinated Notes sebesar USD500 juta dengan bunga 3,75% per tahun untuk tenor 5 tahun. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) telah menyelesaikan penjajakan pasar (roadshow) serta pricing terkait penerbitan surat utang berdenominasi dolar Amerika Serikat (USD) dalam bentuk Tier 2 Subordinated Notes sebesar USD500 juta (sekitar Rp7 triliun) dengan bunga 3,75% per tahun untuk tenor 5 tahun. Penerbitan surat utang ini direncanakan rampung pada tanggal 30 Maret 2021.
Struktur dari Tier 2 Subordinated Notes ini disusun mengikuti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum (sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 34/POJK.03/2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum) dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 20/SEOJK.03/2016 tentang Fitur Konversi Menjadi Saham Biasa atau Write Down terhadap Instrumen Modal Inti Tambahan dan Modal Pelengkap. Baca Juga: 7 Hal yang Akan Dibahas dalam RUPST Bank BNI di Akhir Maret
Pada saat diterbitkan, Tier 2 Subordinated Notes akan menjadi penerbitan pertama yang Perseroan lakukan berdasarkan program Euro Medium Term Note (Program EMTN) yang dibentuk pada tanggal 6 Mei 2020 sebagaimana telah diperbaharui pada tanggal 22 Maret 2021. Berdasarkan Program EMTN, Perseroan dapat menerbitkan surat utang secara bertahap dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya USD2 miliar.
Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini menyebutkan, di penerbitan surat utang ini akan memperkuat struktur permodalan dengan pendanaan yang relatif stabil atau tidak fluktuatif.
Struktur dari Tier 2 Subordinated Notes ini disusun mengikuti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum (sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 34/POJK.03/2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum) dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 20/SEOJK.03/2016 tentang Fitur Konversi Menjadi Saham Biasa atau Write Down terhadap Instrumen Modal Inti Tambahan dan Modal Pelengkap. Baca Juga: 7 Hal yang Akan Dibahas dalam RUPST Bank BNI di Akhir Maret
Pada saat diterbitkan, Tier 2 Subordinated Notes akan menjadi penerbitan pertama yang Perseroan lakukan berdasarkan program Euro Medium Term Note (Program EMTN) yang dibentuk pada tanggal 6 Mei 2020 sebagaimana telah diperbaharui pada tanggal 22 Maret 2021. Berdasarkan Program EMTN, Perseroan dapat menerbitkan surat utang secara bertahap dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya USD2 miliar.
Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini menyebutkan, di penerbitan surat utang ini akan memperkuat struktur permodalan dengan pendanaan yang relatif stabil atau tidak fluktuatif.
Lihat Juga :