Pariwisata Halal Didorong Jadi Penggerak Pemulihan Ekonomi

Kamis, 25 Maret 2021 - 19:21 WIB
Di tengah pandemi Covid-19, industri pariwisata adalah sektor yang paling terpukul. Data BPS menunjukkan penurunan kunjungan wisatawan mencapai 73,60%, daei 16,1 juta menjadi 3,8 juta wisatawan.

“Kini diharapkan industri pariwisata dapat menjadi penggerak pemulihan ekonomi nasional karena memiliki multiflier effect yang tinggi,” jelas Guntur Subagja. Salah satunya mengembangkan pariwisata halal dapat menjadi alternatif pilihan karena secara subtansial mengusung aspek kesehatan, kebersihan, dan ramah lingkungan.

Sejak sebelum pandemi, kunjungan wisatawan muslim ke Indonesia baru sekitar 3 juta orang, 20% dari jumlah wisatawan. Jumlah wisatawan muslim tersebut lebih rendah dari yang berkunjung ke Singapura, Malaysia, Thailand yang mencapai 4 juta sampai 6 juta wisatawan muslim.

Pasar pariwisata muslim cukup besar. Dengan populasi penduduk muslim dunia sekitar 1,8 miliar jiwa, belanja muslim mencapai USD2,2 triliun. “Belanja muslim dunia terus tumbuh rata-rata 5,2% per tahun, pasar yang harus ditangkap Indonesia,” tuturnya.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengungkapkan Provinsi Banten memiliki potensi besar menjadi destinasi pariwisata halal. “Kami bertekad Provinsi Banten menjadi 10 besar daerah wisata halal,” kata Andika.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!