Menakar Penyebab Kredit Perbankan Belum Mengucur Deras
Minggu, 28 Maret 2021 - 00:26 WIB
Chief Economist TanamDuit, Ferry Latuhihin menilai, perbankan baru akan mengucurkan kredit dengan beberapa prasyarat. Foto/Dok
JAKARTA - Data OJK (Otoritas Jasa Keuangan) per Februari 2021 menunjukkan kinerja penyaluran kredit perbankan terkontraksi sebesar -2,15% yoy seiring dengan tingginya tren pelunasan kredit serta belum pulihnya permintaan sektor usaha. Dari sisi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) di periode yang sama turun tipis sebesar 101 bps (dari 11,32% menjadi 10,32%) dan Suku Bunga Kredit (SBK) turun sebesar 95 bps (dari 12,99% menjadi 12,03%).
Baca Juga: Sudah Waktunya Keroyokan Bikin Bunga Kredit Bank Turun
Penurunan tersebut berasal dari penurunan Harga Pokok Dana untuk Kredit (HPDK) sebesar 86 bps (dari 5,61% ke 4,75%) dan penurunan overhead cost sebesar 29 bps (dari 3,18% ke 2,89%). Sementara profit margin dan premi risiko naik masing-masing 14 bps (2,53% ke 2,68%) dan 5 bps (1,66% ke 1,71%). Hal tersebut menunjukkan masih terdapat potensi penurunan SBDK dan SBK dari penurunan profit margin.
Chief Economist TanamDuit, Ferry Latuhihin menilai, perbankan baru akan mengucurkan kredit dengan beberapa prasyarat yaitu exchange rate yang stabil dan harga komoditas yang juga stabil bahkan trennya naik.
Baca Juga: Sudah Waktunya Keroyokan Bikin Bunga Kredit Bank Turun
Penurunan tersebut berasal dari penurunan Harga Pokok Dana untuk Kredit (HPDK) sebesar 86 bps (dari 5,61% ke 4,75%) dan penurunan overhead cost sebesar 29 bps (dari 3,18% ke 2,89%). Sementara profit margin dan premi risiko naik masing-masing 14 bps (2,53% ke 2,68%) dan 5 bps (1,66% ke 1,71%). Hal tersebut menunjukkan masih terdapat potensi penurunan SBDK dan SBK dari penurunan profit margin.
Chief Economist TanamDuit, Ferry Latuhihin menilai, perbankan baru akan mengucurkan kredit dengan beberapa prasyarat yaitu exchange rate yang stabil dan harga komoditas yang juga stabil bahkan trennya naik.
Lihat Juga :