Produksi Minyak RI Diyakini Bakal Bertambah 3.500 Barel Minyak per Hari
Kamis, 08 April 2021 - 10:22 WIB
Rumusan yang sudah disepakati SKK Migas dan KKKS diyakini bisa menghasilkan tambahan produksi minyak sebesar 3.500 barel minyak per hari (BOPD). Foto/Dok
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi ( SKK Migas ) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) telah menyepakati langkah-langkah taktis dan strategis ihwal produksi migas dalam negeri. Rumusan itu diyakini bisa menghasilkan tambahan produksi minyak sebesar 3.500 barel minyak per hari (BOPD) dan memverifikasi salur gas sebesar 205 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Deputi Operasi SKK Migas, Julius Wiratno menyebut, tambahan produksi minyak sebesar 3.500 BOPD yang jika ditambahkan dengan potensi penambahan produksi dari program filling the gap sebesar 11.900 BOPD, maka akan ada tambahan sebesar 15.400 BOPD dari posisi forecast last update.
“Selama dua hari berdiskusi bersama KKKS dalam FGD (Focus Group Discussion) Pencapaian Produksi dan Lifting tahun 2021, kami telah menyepakati langkah-langkah taktis dan strategis yang dapat dilaksanakan sehingga terdapat peningkatan dari potensi. menghasilkan tambahan produksi minyak sebesar 3.500 BOPD," ujar Julius dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (8/4/2021).
Baca Juga: Produksi Minyak Sawit Bakal Moncer, Tapi Permintaan Masih Dibayangi Covid-19
Deputi Operasi SKK Migas, Julius Wiratno menyebut, tambahan produksi minyak sebesar 3.500 BOPD yang jika ditambahkan dengan potensi penambahan produksi dari program filling the gap sebesar 11.900 BOPD, maka akan ada tambahan sebesar 15.400 BOPD dari posisi forecast last update.
“Selama dua hari berdiskusi bersama KKKS dalam FGD (Focus Group Discussion) Pencapaian Produksi dan Lifting tahun 2021, kami telah menyepakati langkah-langkah taktis dan strategis yang dapat dilaksanakan sehingga terdapat peningkatan dari potensi. menghasilkan tambahan produksi minyak sebesar 3.500 BOPD," ujar Julius dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (8/4/2021).
Baca Juga: Produksi Minyak Sawit Bakal Moncer, Tapi Permintaan Masih Dibayangi Covid-19
Lihat Juga :