Banyak yang Terjebak Investasi Bodong karena 'Diracuni' Kerabat Sendiri

Selasa, 13 April 2021 - 16:37 WIB
Sementara Sosiolog dari Universitas Indonesia (UI) Imam B. Prasodjo mengatakan, dibutuhkan strategi pemetaan untuk menciptakan komunitas digital yang kuat dalam menangkal jeratan fintech dan investasi ilegal. Mengingat, masyarakat Indonesia sangat beragam dari segi kultur, tingkat pendidikan, dan bahkan dari akses teknologi .

"Sehingga akan menjadi sangat mubazir kalau seandainya kita tidak punya strategi yang jitu untuk memetakan wilayah ataupun komunitas yang paling rentan dalam kaitan dengan menghadapi kemungkinan penipuan melalui fintech. Di saat yang sama kita juga perlu mengidentifikasi siapa yang bisa menjadi champion, pelindung kita di dalam masyarakat,” ujar Imam dalam kesempatan sama.

Dia juga menjelaskan kalangan milenial umumnya memiliki tingkat literasi digital paling baik di antara yang lainnya. Maka, sudah selayaknya generasi ini digandeng oleh pemerintah untuk menjadi pelindung masyarakat dari jeratan fintech dan investasi ilegal. ( Baca juga:Modus Nobar Film Horor, Kakek Bejat Ini Cabuli Satu per Satu Anak-anak di Kamarnya )

“Namun tidak semua dari generasi ini (milenial) yang mampu untuk menjadi pendorong dan protektor di dalam gejolak yang terjadi saat ini. Oleh karena itu, harus dipetakan mana yang champion di antara generasi milenial ini. Tanpa ada pemetaan, kita akan kehilangan pasukan yang bisa dijadikan andalan,” jelasnya.

Di samping itu, Imam juga menekankan perlunya niat dan integritas yang baik di kalangan generasi milenial yang terpilih ini, karena bila tidak, maka yang tak berintegritas dan berniat buruklah yang akan berjejaring untuk berbuat curang melalui teknologi di masyarakat.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!