Kilang Dumai Unit II Sukses Produksi Pertamax, Ketahanan BBM Makin Andal

Kamis, 15 April 2021 - 16:33 WIB
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
JAKARTA - Dalam rangka meningkatkan ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) ramah lingkungan di tingkat nasional, Pertamina Refinery Unit (RU) II Dumai berhasil melakukan produksi perdana produk Pertamax pada 9 April 2021. Kegiatan perdana tersebut ditandai dengan pengangkutan produk Pertamax sebanyak 45.000 barrel dengan Kapal MT Kirana Dwitya untuk dikirim ke RU III Plaju. Produksi High Octane Mogas Component (HOMC) Pertamax dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan mogas nasional, khususnya Pertamina area Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

Produksi Pertamax diharapkan akan meningkatkan pencapaian Yield Valuable Product RU II. Disamping itu, untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi terhadap produk BBM ramah lingkungan. Direktur Energy Watch Mamit Setiawan mengapresiasi capaian Pertamina melalui Refinery Unit (RU) II Dumai berhasil melakukan lifting perdana produk Pertamax pada 9 April 2021. "Saya kira apa yang dilakukan oleh RU II merupakan suatu hal yang patut kita apresiasi karena berhasil memproduksi Pertamax," kata Mamit, Rabu (14/4/2021).



Baca Juga: Bikin Pemiliknya Tajir Gak Karuan, Simak Perjalanan Bisnis Tiktok

Dengan demikian, kata Mamit, kemampuan kilang-kilang milik Pertamina untuk memproduksi BBM dengan Ron tinggi semakin besar. Hal ini bisa membantu Pertamina dalam menjalankan program langit biru secara merata di berbagai wilayah. Keberhasilan RU II dalam memproduksi Pertamax, kata Mamit, merupakan langkah nyata bahwa Pertamina berhasil melakukan upgrading terhadap kilang yang mereka miliki, sehingga kemampuan untuk memproduksi berbagai macam BBM semakin lengkap.

"Kita terus mendorong agar kemampuan ini dilakukan oleh kilang-kilang lain milik Pertamina yang belum bisa memproduksi Pertamax," jelas dia.

Mamit juga memandang, keberhasilan Pertamina dalam memproduksi Pertamax ini sekaligus merupakan upaya untuk memperkuat pasokan BBM nasional, terutama untuk di BBM dengan Ron yang lebih tinggi. "Apalagi program langit biru terus bisa di jalankan di berbagai daerah. Hal ini juga bisa mengurangi beban import untuk produk BBM yang sudah jadi," ungkap dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!