Pergerakan Orang Meningkat Tajam tapi Konsumsi Masih Lesu, Kok Bisa?

Selasa, 27 April 2021 - 17:01 WIB
Namun, Faisal menjelaskan, adanya peningkatan mobilitas atau pergerakan orang ini tidak linier dengan peningkatan sisi konsumsi rumah tangga. “Ternyata, mobilitas yang sudah cukup signifikan meningkat dengan dilonggarkannya PSBB, PPKM dan sebagainya, ini belum banyak mendorong konsumsi rumah tangga,” jelas dia.

Lanjutnya, dilihat dari data indeks penjualan riil yang diterbitkan oleh Bank Indonesia (BI) terlihat bahwa sampai triwulan pertama tahun 2021 konsumsi rumah tangga masih terkontraksi cukup dalam.

Baca juga: Subsidi Ongkos Kirim E-Commerce Gairahkan Daya Beli

“Secara year on year (yoy) -17%, ini masih double digit, masih cukup dalam. Sehingga untuk bisa kembali kepada kondisi normal ekspansi, sebelum pandemi di kuartal pertama tahun 2020 itu sebenarnya sudah mulai -1,9% tapi di 2019 itu 8,8%. Jadi, masih jauh beda dengan kondisi di awal tahun ini,” terang Faisal.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!