Dukung Ketahanan Pangan, Produksi Sapi Berkualitas Terus Dipacu
Jum'at, 30 April 2021 - 23:47 WIB
Prof Ali Agus membuka bengkel sapi untuk mengedukasi dan melayani petani beternak sapi dengan teknologi. “Kami mengambil sapi-sapi petani yang kurus dan kami tangani menjadi sapi sehat, gemuk, dan unggul,” ungkap Dekan Fakultas Peternakan UGM ini.
Ratusan sapi dirawat di Bengkel Sapi Kalijeruk, dan setelah pulih dikembalikan kepada petani yang juga diberi pelatihan beternak sapi yang baik.
Sapi yang berada di kandang adalah sapi-sapi kurus dan tidak tumbuh dengan baik. Sebelumnya pertumbuhan ADG (Average Daily Gain) di bawah 1 kilogram bisa tumbuh hingga 3 kilogram per hari setelah diterapi di bengkel sapi ini.
Bengkel Sapi adalah satu model merekondisi sapi-sapi atau ternak lainnya yang rusak (tidak sehat), kurus, menjadi sapi yang sehat dan unggul. “Penyebab utamanya umumnya adalah di pakan, peternak banyak tidak memahami pakan,” ujar Prof Ali Agus.
Treatment yang dilakukan Bengkel Sapi Kalijeruk adalah dengan menciptakan booster untuk menyehatkan dan memacu nafsu makan sapi. Bengkel juga menyiapkan Saus Burger Sapi, yang menjadi konsumsi sapi-sapi yang sedang direkondisi.
Guru besar FEB UGM Prof Gunawan Sumodiningrat menilai program Bengkel Sapi dapat menjadi model yang bisa diterapkan di berbagai daerah. “Ini harus dikembangkan ke berbagai daerah dengan pendampingan,” ungkap Prof Gunawan Sumo.
Guntur Subagja menyebutkan, program bengkel sapi dapat mendorong kemandirian dan ketahanan pangan nasional, khususnya dalam menkngkatkan produksi sapi unggul nasional.
Ratusan sapi dirawat di Bengkel Sapi Kalijeruk, dan setelah pulih dikembalikan kepada petani yang juga diberi pelatihan beternak sapi yang baik.
Sapi yang berada di kandang adalah sapi-sapi kurus dan tidak tumbuh dengan baik. Sebelumnya pertumbuhan ADG (Average Daily Gain) di bawah 1 kilogram bisa tumbuh hingga 3 kilogram per hari setelah diterapi di bengkel sapi ini.
Bengkel Sapi adalah satu model merekondisi sapi-sapi atau ternak lainnya yang rusak (tidak sehat), kurus, menjadi sapi yang sehat dan unggul. “Penyebab utamanya umumnya adalah di pakan, peternak banyak tidak memahami pakan,” ujar Prof Ali Agus.
Treatment yang dilakukan Bengkel Sapi Kalijeruk adalah dengan menciptakan booster untuk menyehatkan dan memacu nafsu makan sapi. Bengkel juga menyiapkan Saus Burger Sapi, yang menjadi konsumsi sapi-sapi yang sedang direkondisi.
Guru besar FEB UGM Prof Gunawan Sumodiningrat menilai program Bengkel Sapi dapat menjadi model yang bisa diterapkan di berbagai daerah. “Ini harus dikembangkan ke berbagai daerah dengan pendampingan,” ungkap Prof Gunawan Sumo.
Guntur Subagja menyebutkan, program bengkel sapi dapat mendorong kemandirian dan ketahanan pangan nasional, khususnya dalam menkngkatkan produksi sapi unggul nasional.
Lihat Juga :