Catat! DAK 2022 Fokus untuk Pemulihan Ekonomi Nasional
Rabu, 12 Mei 2021 - 16:19 WIB
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. FOTO/dok.Kemendagri
JAKARTA - Pemerintah melalui Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) mulai menyusun dan merancan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk 2022. Adalun DPOD sendiri diketuai oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, DAK Tahun 2022 akan fokus pada dukungan untuk memulihkan perekonomian nasional. Di mana perekonomian mengalami tekanan akibat pandemk covid-19. “Khusus isu-isu DAK Tahun 2022, ini disarankan untuk pada hal-hal yang mendukung pemulihan ekonomi nasional sebagai akibat pandemi Covid-19,” ujarnya dalam keteranganya, Rabu (12/5/2021).
Baca Juga: Duit Pemda Cuma Ngendon di Bank, Tito Minta Sri Mulyani Stop Transfer ke Daerah
Nantinya, ada beberapa pendekatan dalam penyaluran DAK yang akan dilakukan untuk memastikan ekonomk bergerak. Misalnya adalah dengan menggunakan kegiatan-kegiatan padat karya. “Dengan pendekatan terutama kegiatan-kegiatan padat karya. Kemudian mendorong penciptaan iklim positif untuk meningkatkan konsumsi masyarakat sekaligus meningkatkan penanaman modal di daerah. Ini iklim investasi yang lebih sehat,” jelas Tito.
Tito pun menyampaikan beberapa rekomendasi untuk DAK Tahun 2022. Seperti misalnya keterlibatan pemerintah pusat dalam mengusulkan daerah mana yang berhak menerima DAK.
Kemudian proses penyusunan yang disarankan mengikuti tahapan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) agar tidak mengganggu proses penyusunan dan penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dan terakhir pemantapan koordinasi ketiga kementerian dan lembaga pembina agar target-target yang ingin dicapai melalui DAK dapat tercapai.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, DAK Tahun 2022 akan fokus pada dukungan untuk memulihkan perekonomian nasional. Di mana perekonomian mengalami tekanan akibat pandemk covid-19. “Khusus isu-isu DAK Tahun 2022, ini disarankan untuk pada hal-hal yang mendukung pemulihan ekonomi nasional sebagai akibat pandemi Covid-19,” ujarnya dalam keteranganya, Rabu (12/5/2021).
Baca Juga: Duit Pemda Cuma Ngendon di Bank, Tito Minta Sri Mulyani Stop Transfer ke Daerah
Nantinya, ada beberapa pendekatan dalam penyaluran DAK yang akan dilakukan untuk memastikan ekonomk bergerak. Misalnya adalah dengan menggunakan kegiatan-kegiatan padat karya. “Dengan pendekatan terutama kegiatan-kegiatan padat karya. Kemudian mendorong penciptaan iklim positif untuk meningkatkan konsumsi masyarakat sekaligus meningkatkan penanaman modal di daerah. Ini iklim investasi yang lebih sehat,” jelas Tito.
Tito pun menyampaikan beberapa rekomendasi untuk DAK Tahun 2022. Seperti misalnya keterlibatan pemerintah pusat dalam mengusulkan daerah mana yang berhak menerima DAK.
Kemudian proses penyusunan yang disarankan mengikuti tahapan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) agar tidak mengganggu proses penyusunan dan penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dan terakhir pemantapan koordinasi ketiga kementerian dan lembaga pembina agar target-target yang ingin dicapai melalui DAK dapat tercapai.
Lihat Juga :