Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Telan Biaya USD6 Miliar

Selasa, 18 Mei 2021 - 14:50 WIB
Foto/Dok SINDOnews/Eko Purwanto
JAKARTA - Pemerintah membeberkan perihal pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang diperkirakan menelan biaya USD6 miliar. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) dibangun oleh konsorsium BUMN Indonesia (PT KAI, WIKA, Jasa Marga, PTPN VIII) bersama Konsorsium Tiongkok dengan ekuitas awal USD1,5 miliar.

"Ada 13 tunnel (terowongan) yang akan dibangun sepanjang 16.672 meter. Proyek ini diharapkan selesai akhir tahun 2022," ungkapnya melalui akun Instagram di Jakarta, Selasa (18/5/2021).



Baca juga: Jokowi Minta Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bisa Diuji Coba Akhir 2022

Menurut dia, tim manajemen Indonesia akan melakukan alih teknologi dan manajemen proyek serta manajemen operasi Kereta Cepat tersebut. Dengan kata lain, bekerja sambil menguasai ilmu dan teknologi.

"Kita berharap tim manajemen KCIC memiliki profesionalisme, integritas dan kompetensi untuk dapat membangun proyek infrastruktur Kereta Cepat secara efisien, aman, tepat waktu, tepat kualitas dan tepat biaya," tuturnya.

Saat ini, teknologi digunakan untuk membuat terowongan jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Tunnel 1 -lokasi Halim Perdanakusuma dengan Diameter (TBM) 13,19 meter, lalu panjang (TBM) mencapai 103,5 meter dan berat mesin sebesar 2.600 Ton.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!