'Mimpi Besar' Pemerintah Bikin Rupiah Ikut Sumringah
Selasa, 18 Mei 2021 - 17:19 WIB
Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan hari ini. Mata uang Garuda mengalami penguatan tipis 10 poin di level Rp14.272.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah dipengaruhi pernyataan pemerintah yang optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 7%.
"Lagi-lagi pemerintah terus menyuarakan bahwa pertumbuhan ekonomi akan tumbuh 7% di kuartal kedua tahun ini. Dan ini merupakan mimpi besar pemerintah apabila PDB kuartal kedua tersebut menjadi kenyataan," ujarnya dalam riset hariannya, Selasa (18/5/2021).
Baca juga: Ada Vaksinasi Gotong Royong, Jokowi Harap Pertumbuhan Ekonomi Capai 7% di Kuartal II
Namun, impian tersebut masih bertolak belakang dengan realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama yang masih terjebak resesi. Tercatat, laju ekonomi masih minus 0,74% dalam tiga bulan pertama 2021.
"Optimisme mimpi besar pemerintah bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal II 7% akan terealisasi, karena banyak sektor yang sudah kembali berjalan salah satunya adalah industrial produk sudah mulai bergerak normal kembali," paparnya.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah dipengaruhi pernyataan pemerintah yang optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 7%.
"Lagi-lagi pemerintah terus menyuarakan bahwa pertumbuhan ekonomi akan tumbuh 7% di kuartal kedua tahun ini. Dan ini merupakan mimpi besar pemerintah apabila PDB kuartal kedua tersebut menjadi kenyataan," ujarnya dalam riset hariannya, Selasa (18/5/2021).
Baca juga: Ada Vaksinasi Gotong Royong, Jokowi Harap Pertumbuhan Ekonomi Capai 7% di Kuartal II
Namun, impian tersebut masih bertolak belakang dengan realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama yang masih terjebak resesi. Tercatat, laju ekonomi masih minus 0,74% dalam tiga bulan pertama 2021.
"Optimisme mimpi besar pemerintah bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal II 7% akan terealisasi, karena banyak sektor yang sudah kembali berjalan salah satunya adalah industrial produk sudah mulai bergerak normal kembali," paparnya.
Lihat Juga :