Terapkan IoT, Industri Perhotelan Bisa Tekan Biaya Hingga 40%

Sabtu, 05 Juni 2021 - 14:35 WIB
Co-Founder Digitels, Jeremy menjelaskan Digitels hadir ingin mendukung pemulihan pariwisata Indonesia dan khususnya juga Bali dengan memberikan layanan akomodasi berbasis teknologi dengan ekosistem digital 4.0 secara menyeluruh, salah satunya dengan teknologi Internet of Thing (IoT) yang dipasang pada berbagai fasilitas hotel sehingga menjadi smart hotel. Untuk mengedukasi konsumen, Digitels menghadirkan pameran selama sepekan yang dimulai pada Sabtu, 29 Mei 2021 di salah satu mall terbesar dan termegah di Bali, yakni Trans Studio Mall Bali.

“Hadirnya Digitels berangkat dari gagasan mengintegrasikan rangkaian layanan akomodasi dengan aplikasi yang mudah diimplementasikan pada fasilitas yang diinginkan. Inovasi Digitels menjadi startup pertama di dunia yang dapat mengubah sebuah hotel biasa menjadi smart hotel lengkap dengan aplikasi untuk segmen korporat (business to business/B2B) dan ritel atau business to customer/B2C,” kata Jeremy dalam rilisnya di Jakarta, Sabtu (5/6/2021).

Dengan konsep SHC (smart hotel conversion), Digitels e-System dapat mengubah Hotel, Apartemen, Condotel, Perkantoran dan Rumah Pribadi menjadi ekosistem pintar 4.0 berbasis IoT. Pemasangan e-System ini sangat mudah dan praktis dan pemilik tidak perlu mengganti peralatan, furnitur atau piranti yang sudah ada.

“Hotel jadi smart tanpa harus ganti alat-alat hotel, kecuali untuk hotel yang masih menggunakan kunci manual. Sistem Digitels (hardware dan software termasuk IoT) bisa dipasang untuk semua kelas hotel,” terang Jeremy.

Digitels bisa membantu pemilik hotel menurunkan biaya operasional, efisiensi staf (25-40% dari total karyawan), menggantikan sepenuhnya kunci/kartu, penghematan energi, waktu dan operasional, yang semuanya akan berkontribusi pada peningkatan pendapatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!