MNC Investama Raih Pendapatan Rp14,8 Triliun pada 2020
Selasa, 06 Juli 2021 - 17:50 WIB
Foto/Ilustrasi
JAKARTA - PT MNC Investama Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Dalam RUPST, Direktur Utama MNC Investama Darma Putra mengatakan bahwa pada tahun 2020, pendapatan konsolidasi Perseroan sebesar Rp14,8 triliun. Capaian ini turun tipis dibandingkan tahun sebelumnya akibat wabah Covid-19 sepanjang tahun 2020.
"Pendapatan konsolidasi Perseroan dari sektor media yang mencakup iklan digital dan non digital, media berbasis konten, TV berbayar dan broadband melemah sekitar 1% lebih secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp11,52 triliun pada tahun 2020," ujar Darma di Jakarta, Selasa (6/7/2021).
Dia melanjutkan, pendapatan iklan non digital menunjukkan penurunan sedikit menjadi Rp5,56 triliun di tahun 2020 dibandingkan Rp5,7 triliun di tahun 2019.
Baca juga: MNC Lido City Resmi Jadi KEK, Investor Bisa Nikmati Insentif Pajak
"Pelemahan ini terutama diakibatkan adanya wabah Covid-19 di sepanjang tahun 2020. Upaya perseroan yang terus mengembangkan segmen bisnis media digital di tengah pengembangan pesat dunia digital juga mendorong pendapatan iklan digital tumbuh tinggi hingga 39,55% yoy menjadi Rp973 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp597 miliar," paparnya.
Darma melanjutkan, pendapatan dari segmen TV berbayar dan broadband naik 1,53% menjadi Rp3,69 triliun yoy. Pendapatan dari sektor jasa keuangan tercatat sebesar Rp2,6 triliun dengan kontribusi terbesar berasal dari pendapatan bunga dividen sebesar 45%.
"Pendapatan konsolidasi Perseroan dari sektor media yang mencakup iklan digital dan non digital, media berbasis konten, TV berbayar dan broadband melemah sekitar 1% lebih secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp11,52 triliun pada tahun 2020," ujar Darma di Jakarta, Selasa (6/7/2021).
Dia melanjutkan, pendapatan iklan non digital menunjukkan penurunan sedikit menjadi Rp5,56 triliun di tahun 2020 dibandingkan Rp5,7 triliun di tahun 2019.
Baca juga: MNC Lido City Resmi Jadi KEK, Investor Bisa Nikmati Insentif Pajak
"Pelemahan ini terutama diakibatkan adanya wabah Covid-19 di sepanjang tahun 2020. Upaya perseroan yang terus mengembangkan segmen bisnis media digital di tengah pengembangan pesat dunia digital juga mendorong pendapatan iklan digital tumbuh tinggi hingga 39,55% yoy menjadi Rp973 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp597 miliar," paparnya.
Darma melanjutkan, pendapatan dari segmen TV berbayar dan broadband naik 1,53% menjadi Rp3,69 triliun yoy. Pendapatan dari sektor jasa keuangan tercatat sebesar Rp2,6 triliun dengan kontribusi terbesar berasal dari pendapatan bunga dividen sebesar 45%.
Lihat Juga :