Diresmikan Erick Thohir, Subholding Sarana Infrastruktur Ditargetkan Raup Rp7,8 T di 2026
Selasa, 13 Juli 2021 - 16:03 WIB
Perusahaan baru yang bergerak di layanan kawasan industri terintegrasi itu memiliki empat area utama yang terdiri dari kawasan industri, penyediaan energi, penyediaan air industri, dan pelabuhan.
Dia berharap, subholding tersebut dapat memanfaatkan peluang dari arus masuk investasi ke Indonesia yang memerlukan dukungan kawasan industri dengan fasilitas terintegrasi dan berstandar internasional.
Baca Juga: Gus Baha Bagikan Cara Menjaga Daya Tahan Tubuh
Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, Subholding Sarana Infrastruktur memiliki fondasi yang kuat secara finansial. Penggabungan empat perusahaan tersebut memiliki pendapatan Rp3,4 triliun dan nilai EBITDA sebesar Rp1 triliun pada tahun 2020. "Dan akan terus berkembang seiring dengan pertumbuhan kebutuhan kawasan industri di Indonesia," tandasnya.
Dia berharap, subholding tersebut dapat memanfaatkan peluang dari arus masuk investasi ke Indonesia yang memerlukan dukungan kawasan industri dengan fasilitas terintegrasi dan berstandar internasional.
Baca Juga: Gus Baha Bagikan Cara Menjaga Daya Tahan Tubuh
Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, Subholding Sarana Infrastruktur memiliki fondasi yang kuat secara finansial. Penggabungan empat perusahaan tersebut memiliki pendapatan Rp3,4 triliun dan nilai EBITDA sebesar Rp1 triliun pada tahun 2020. "Dan akan terus berkembang seiring dengan pertumbuhan kebutuhan kawasan industri di Indonesia," tandasnya.
(fai)
Lihat Juga :