HUT ke-47, Perumnas Tawarkan Ragam Inovasi Hunian bagi Milenial
Senin, 26 Juli 2021 - 13:53 WIB
Budi mengatakan, backlog perumahan saat ini terjadi di generasi milenial. Data Kementerian PUPR tahun 2019 menunjukkan bahwa 81 juta orang atau setara dengan 31% populasi Indonesia adalah milenial yang belum memiliki rumah. "Milenial dikenal kritis dalam memproses suatu informasi, tapi seringkali luput dari pemikiran-pemikiran besar, salah satunya adalah membeli hunian. Tidak hanya untuk keamanan dan kenyamanan tinggal sehari-hari, tapi hunian sekarang juga seharusnya dapat membantu kita menjalani hidup dengan lebih mudah karena fasilitasnya yang lengkap," ujarnya.
Konsep hunian terintegrasi transportasi atau yang kerap dikenal dengan sebutan TOD (Transit Oriented Development) menjadi salah satu kunci inovasi yang ditawarkan Perumnas. Baik secara vertikal maupun tapak, konsep hunian ini tengah menjadi tren di kota-kota besar untuk mengakomodasi para penghuni yang membutuhkan tidak hanya tempat tinggal tetapi, namun juga menunjang mobilitas dan menghubungkan kawasan satu dengan lainnya.
"Penghuni akan mudah berpergian menggunakan moda KRL saat turun dari unitnya karena terhubung langsung dengan stasiun. Tentu hal ini akan menjadi keuntungan besar bagi para konsumen kami nantinya," jelas Budi.
Saat ini, jelas Budi, Perumnas tengah menggarap proyek dengan konsep TOD ini di lokasi-lokasi yang sangat strategis, diantaranya hunian Samesta Mahata Tanjung Barat Jakarta, Samesta Mahata Margonda Depok, Samesta Mahata Serpong Tangerang Selatan, Samesta Parayasa Bogor dan proyek Nusa Dua Bekala Medan.
Terobosan lainnya adalah penerapan sistem precast pada rumah tapak dengan tujuan pembangunan rumah yang lebih cepat, rapi, dan kualitas yang lebih baik. Budi menjelaskan, biasa diterapkan di hunian vertikal seperti apartemen atau perkantoran, Perumnas kini menerapkannya pada rumah tapak. Hasilnya, ketahanan kualitas rumah tapak menggunakan sistem ini menjadi lebih kokoh dari sistem pada umumnya.
Konsep hunian terintegrasi transportasi atau yang kerap dikenal dengan sebutan TOD (Transit Oriented Development) menjadi salah satu kunci inovasi yang ditawarkan Perumnas. Baik secara vertikal maupun tapak, konsep hunian ini tengah menjadi tren di kota-kota besar untuk mengakomodasi para penghuni yang membutuhkan tidak hanya tempat tinggal tetapi, namun juga menunjang mobilitas dan menghubungkan kawasan satu dengan lainnya.
"Penghuni akan mudah berpergian menggunakan moda KRL saat turun dari unitnya karena terhubung langsung dengan stasiun. Tentu hal ini akan menjadi keuntungan besar bagi para konsumen kami nantinya," jelas Budi.
Saat ini, jelas Budi, Perumnas tengah menggarap proyek dengan konsep TOD ini di lokasi-lokasi yang sangat strategis, diantaranya hunian Samesta Mahata Tanjung Barat Jakarta, Samesta Mahata Margonda Depok, Samesta Mahata Serpong Tangerang Selatan, Samesta Parayasa Bogor dan proyek Nusa Dua Bekala Medan.
Terobosan lainnya adalah penerapan sistem precast pada rumah tapak dengan tujuan pembangunan rumah yang lebih cepat, rapi, dan kualitas yang lebih baik. Budi menjelaskan, biasa diterapkan di hunian vertikal seperti apartemen atau perkantoran, Perumnas kini menerapkannya pada rumah tapak. Hasilnya, ketahanan kualitas rumah tapak menggunakan sistem ini menjadi lebih kokoh dari sistem pada umumnya.
Lihat Juga :