News RCTI+ Mengulas Kabar Terbaru Bisnis Pariwisata Dunia yang Mulai Bangkit
Selasa, 27 Juli 2021 - 13:05 WIB
Israel mulai 23 Mei lalu telah membuka perbatasannya untuk para turis yang ingin berkunjung ke negara yang mayoritasnya beragama Yahudi tersebut. Semua wisatawan yang datang ke Israel akan diminta menjalani tes Covid-19 PCR sebelum naik pesawat. Para pelancong juga diminta melakukan tes antibodi untuk membuktikan vaksinasi mereka setibanya di Bandara Ben Gurion, Israel.
Selain itu, Kroasia, Yunani, Islandia, dan Ekuador juga telah membuka objek-objek wisatanya masing-masing. Tentunya mereka juga menerapkan syarat wisatawan yang sudah divaksinasi. Di Ekuador, ada satu destinasi yang sangat digemari turis asing yaitu Kepulauan Galapagos. Selain alamnya yang indah, masih banyak hewan langka yang hidup di kepulauan eksotis tersebut. Iguana dan kura-kura raksasa Galapagos menjadi beberapa hewan langka yang menarik di sana. Wisatawan yang sudah divaksin dapat melakukan perjalanan menyenangkan ke Galapagos.
Spanyol juga telah membuka pintu bagi wisatawan asing. Pariwisata Spanyol kembali dibuka pada bulan Juni lalu dengan syarat para pelancong sudah menerima vaksinasi. Aturan ini bagi para pelancong dari seluruh dunia yang akan berkunjung ke negeri Matador termasuk dari Amerika Serikat dan Kanada, akan diizinkan memasuki Spanyol tanpa batasan karantina.
Amerika Serikat bahkan menyediakan vaksin gratis bagi para turis yang datang. Amerika yang sempat terpuruk akibat Covid-19 dengan korban kematian salah satu yang terbanyak di dunia, yakni 600.000 jiwa kini sudah mampu membalikkan keadaan. Bahkan, banyak pemerintah negara bagian sudah tidak mewajibkan warganya memakai masker di tempat umum. Sejumlah WNI yang kebetulan traveling ke AS menggunakan kesempatan tersebut untuk mendapat suntikan vaksin Covid-19 secara gratis. Jepang berani menjadi tuan rumah Olimpiade Tokyo 2020 yang kini masih berlangsung. Ajang olahraga bergengsi empat tahunan itu dihadiri hampir atlet dari seluruh negara di dunia.
Di Asia Tenggara, Thailand juga sudah berani mempromosikan Kawasan wisatanya. Mulai 1 Juli lalu, Phuket sudah membukakan pintu untuk wisatawan yang berasal dari 63 negara dan tiga wilayah teritorial. Kedatangan wisatawan ini melalui skema Phuket Sandbox.
Bagaimana dengan Indonesia? Tak dapat dipungkiri, kondisi Indonesia masih berjuang melawan Covid1-9 terutama varian Delta yang kini meneror seluruh wilayah Tanah Air. Indonesia yang semula sempat bisa mengendalikan penyebaran Covid, pasca Lebaran lalu kembali merebak. Bahkan angkanya melebihi capaian tertinggi sejak Covid menyebar ke Indonesia.
Pemerintah mesih terus berupaya untuk membangkitkan Kembali bisnis wisata di Indonesia. Awalnya pada Juni dan Juli ini direncanakan akan dibuka wisatawan untuk turis asing. Namun, dengan kondisi merebaknya virus Covid-19 rencana itu tertunda. Karena pada bulan Juli ini praktis pemerintah memberlakukan PPKM Darurat sehingga tidak memungkinkan pembukaan wisata secara longgar.
Sebelumnya pemerintah sempat mencanangkan program Work From Bali (WFB) dengan protocol Kesehatan (prokes) yang ketat untuk mendorong pariwisata domestik. Bahkan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno sempat berkantor di Bali. Namun, dengan pemberlakuan PPKM Darurat, program tersebut distop sementara. Dimungkinkan WFB akan dilanjutkan pasca PPKM Darurat karena dampaknya sangat positif bagi kunjungan wisata Pulau Dewata. Bahkan, pilot project WFB ini bisa dikembangkan ke kawasan wisata lainnya.
Selain itu, Kroasia, Yunani, Islandia, dan Ekuador juga telah membuka objek-objek wisatanya masing-masing. Tentunya mereka juga menerapkan syarat wisatawan yang sudah divaksinasi. Di Ekuador, ada satu destinasi yang sangat digemari turis asing yaitu Kepulauan Galapagos. Selain alamnya yang indah, masih banyak hewan langka yang hidup di kepulauan eksotis tersebut. Iguana dan kura-kura raksasa Galapagos menjadi beberapa hewan langka yang menarik di sana. Wisatawan yang sudah divaksin dapat melakukan perjalanan menyenangkan ke Galapagos.
Spanyol juga telah membuka pintu bagi wisatawan asing. Pariwisata Spanyol kembali dibuka pada bulan Juni lalu dengan syarat para pelancong sudah menerima vaksinasi. Aturan ini bagi para pelancong dari seluruh dunia yang akan berkunjung ke negeri Matador termasuk dari Amerika Serikat dan Kanada, akan diizinkan memasuki Spanyol tanpa batasan karantina.
Amerika Serikat bahkan menyediakan vaksin gratis bagi para turis yang datang. Amerika yang sempat terpuruk akibat Covid-19 dengan korban kematian salah satu yang terbanyak di dunia, yakni 600.000 jiwa kini sudah mampu membalikkan keadaan. Bahkan, banyak pemerintah negara bagian sudah tidak mewajibkan warganya memakai masker di tempat umum. Sejumlah WNI yang kebetulan traveling ke AS menggunakan kesempatan tersebut untuk mendapat suntikan vaksin Covid-19 secara gratis. Jepang berani menjadi tuan rumah Olimpiade Tokyo 2020 yang kini masih berlangsung. Ajang olahraga bergengsi empat tahunan itu dihadiri hampir atlet dari seluruh negara di dunia.
Di Asia Tenggara, Thailand juga sudah berani mempromosikan Kawasan wisatanya. Mulai 1 Juli lalu, Phuket sudah membukakan pintu untuk wisatawan yang berasal dari 63 negara dan tiga wilayah teritorial. Kedatangan wisatawan ini melalui skema Phuket Sandbox.
Bagaimana dengan Indonesia? Tak dapat dipungkiri, kondisi Indonesia masih berjuang melawan Covid1-9 terutama varian Delta yang kini meneror seluruh wilayah Tanah Air. Indonesia yang semula sempat bisa mengendalikan penyebaran Covid, pasca Lebaran lalu kembali merebak. Bahkan angkanya melebihi capaian tertinggi sejak Covid menyebar ke Indonesia.
Pemerintah mesih terus berupaya untuk membangkitkan Kembali bisnis wisata di Indonesia. Awalnya pada Juni dan Juli ini direncanakan akan dibuka wisatawan untuk turis asing. Namun, dengan kondisi merebaknya virus Covid-19 rencana itu tertunda. Karena pada bulan Juli ini praktis pemerintah memberlakukan PPKM Darurat sehingga tidak memungkinkan pembukaan wisata secara longgar.
Sebelumnya pemerintah sempat mencanangkan program Work From Bali (WFB) dengan protocol Kesehatan (prokes) yang ketat untuk mendorong pariwisata domestik. Bahkan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno sempat berkantor di Bali. Namun, dengan pemberlakuan PPKM Darurat, program tersebut distop sementara. Dimungkinkan WFB akan dilanjutkan pasca PPKM Darurat karena dampaknya sangat positif bagi kunjungan wisata Pulau Dewata. Bahkan, pilot project WFB ini bisa dikembangkan ke kawasan wisata lainnya.
Lihat Juga :