Bedah 126 Ribu Rumah, Negara Habiskan Dana Rp2,7 Triliun
Minggu, 01 Agustus 2021 - 21:00 WIB
Ilustrasi bedah rumah. Foto/Dok
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melaksanakan program Padat Karya Tunai (PKT) yang bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran serta mempertahankan daya beli masyarakat.
Pada Tahun Anggaran 2021 Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran Rp23,2 triliun untuk PKT yang salah satu kegiatannya adalah program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang populer dikenal sebagai bedah rumah dengan anggaran Rp2,7 triliun untuk 126.830 unit rumah.
Di samping untuk memulihkan perekonomian masyarakat, program BSPS ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat agar dapat tinggal di rumah layak huni. Tinggal di rumah layak huni tentunya membantu masyarakat untuk terhindar dari berbagai penyakit termasuk Covid-19.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menjelaskan, program BSPS dengan metode PKT ini bertujuan untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan mengurangi angka pengangguran.
Pada Tahun Anggaran 2021 Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran Rp23,2 triliun untuk PKT yang salah satu kegiatannya adalah program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang populer dikenal sebagai bedah rumah dengan anggaran Rp2,7 triliun untuk 126.830 unit rumah.
Di samping untuk memulihkan perekonomian masyarakat, program BSPS ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat agar dapat tinggal di rumah layak huni. Tinggal di rumah layak huni tentunya membantu masyarakat untuk terhindar dari berbagai penyakit termasuk Covid-19.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menjelaskan, program BSPS dengan metode PKT ini bertujuan untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan mengurangi angka pengangguran.
Lihat Juga :