Tabungan Masyarakat Membengkak di Bank, OJK Peringatkan Bahaya Alternatif Investasi

Selasa, 03 Agustus 2021 - 13:28 WIB
OJK mengingatkan bahayanya dari mencari alternatif investasi, banyak instrumen-instrumen yang menawarkan baik melalui pasar modal maupun di luar pasar modal. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Seiring tabungan masyarakat di perbankan yang semakin membengkak, ketika pola kehidupan kini yang membatasi masyarakat berbelanja akibat pandemi Covid-19. Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) memperingatkan, soal alternatif memilih investasi.





Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso menerangkan, dana masyarakat di perbankan bertambah seiring dengan kucuran insentif yang diberikan pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sebelumnya pada tahun lalu anggaran PEN mencapai Rp695 triliun, namun tahun ini mencapai Rp744 triliun.

“Tidak heran dana di perbankan melimpah, pertumbuhannya year on year di Juli kemarin 11,28%. Sebelum COVID-19 pertumbuhan dana masyarakat itu hanya 6-7%," ujarnya dalam Opening Like It (Literasi Keuangan Indonesia Terdepan) secara virtual, Selasa (3/8/2021).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!