PHRI Mengiyakan Banyak Hotel di Bali yang Dijual karena Sepi Wisman
Jum'at, 03 September 2021 - 07:00 WIB
Meski enggan menyebutkan soal data hotel yang dijual, Maulana Yusran menyebut situasi sulit seperti ini banyak hotel di Bali yang tidak bertahan dan memilih pilihan terakhir, yaitu menjual hotelnya.
"Kalau PHRI Bali melakukan itu mungkin saja, tapi secara nasional kami mengumpulkan data itu," sambungnya.
Maulana menjelaskan, Bali merupakan destinasi yang setiap tahunnya memberikan kontribusi kunjungan wisman itu sekitar 6 juta wisatawan. Sementara dari sisi okupansi hotel, kontribusi wisman mendominasi dengan angka 70% dibandingkan dengan wisatawan Nusantara (wisnus) yang hanya 30%.
"kalau kita bicara dari okupansi, kontribusi dari sisi wismannya itu 70%, berarti kalau wisnus kita suruh masuk semua ke Bali pun tidak akan pernah cukup," tambah Yusran.
Selain itu jika hanya mengharapkan wisnus yang hanya 30% itu juga sulit menurutnya untuk menopang biaya kerugian hotel yang didominasi 70% oleh wisman.
"Kalau PHRI Bali melakukan itu mungkin saja, tapi secara nasional kami mengumpulkan data itu," sambungnya.
Maulana menjelaskan, Bali merupakan destinasi yang setiap tahunnya memberikan kontribusi kunjungan wisman itu sekitar 6 juta wisatawan. Sementara dari sisi okupansi hotel, kontribusi wisman mendominasi dengan angka 70% dibandingkan dengan wisatawan Nusantara (wisnus) yang hanya 30%.
"kalau kita bicara dari okupansi, kontribusi dari sisi wismannya itu 70%, berarti kalau wisnus kita suruh masuk semua ke Bali pun tidak akan pernah cukup," tambah Yusran.
Selain itu jika hanya mengharapkan wisnus yang hanya 30% itu juga sulit menurutnya untuk menopang biaya kerugian hotel yang didominasi 70% oleh wisman.
Lihat Juga :