Sering Diabaikan, Burnout Jadi Persoalan di Dunia Kerja

Jum'at, 24 September 2021 - 22:36 WIB
Sehubungan dengan hal itu, Nike sebagai produsen perlengkapan olahraga asal Amerika Serikat hingga perusahaan kencan online, Bumble mengakui adanya beban kerja yang berat yang dialami para karyawannya.

Sampai akhirnya, baru-baru ini, Bumble menawarkan karyawannya waktu libur tambahan untuk mendukung kesehatan mental mereka dan mengatasi masalah kelelahan.

Jennifer Moss, penulis buku, "The Burnout Epidemic: The Rise of Chronic Stress and How We Can Fix It," baru-baru ini berbicara dengan Dewan Eksekutif Tenaga Kerja CNBC tentang strategi yang dapat diterapkan oleh pengusaha dan karyawan untuk mengurangi kelelahan.

Strategi yang dimaksud adalah kelelahan karyawan perlu diobati di tempat kerja. Perlu diketahui sebelumnya, burnout bukan dianggap sebagai penyakit kesehatan mental, melainkan merupakan masalah kesehatan mental.

Moss mengatakan, dalam lingkungan kerja perlu seorang pemimpin yang dapat "mempercayai karyawan dan menciptakan fleksibilitas" di tempat kerja. Adapun hal yang dapat dilakukan seperti menciptakan ruang kerja yang nyaman, menawarkan keamanan dan sumber daya psikologis, dan memprioritaskan kesehatan mental karyawan.

“Apabila semua itu diperhatikan oleh pimpinan, maka akan menguntungkan pekerja dan produktivitas bisnis dapat berjalan dengan baik,” katanya dikutip dari CNBC, Jumat (24/9/2021).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!