Terimbas Covid-19, Industri Mamin Diprediksi Hanya Tumbuh 4,5%
Rabu, 03 Juni 2020 - 11:48 WIB
"Ini yang mengkhawatirkan, di momen bulan Ramadan dan lebaran tidak ada penjualan yang meningkat seperti tahun-tahun sebelumnya. Kali ini order sangat terbatas dan cenderung turun dari rata-rata bulanan. Pembatasan kegiatan wisata dan mudik ternyata sangat mempengaruhi permintaan mamin," ungkap Adhi.
Sebelumnya, para anggota Gapmmi sudah sangat siap dari sisi produksi dan supply yang sudah disiapkan sejak bulan Januari. Angka Purchasing Managers' Index (PMI) dari bulan Januari ke Februari nampak bagus dengan kenaikan dari 49,3 ke 51,9. Namun, angka ini sangat drop di bulan Maret-April, di posisi 27,5 pada bulan April.
"Oleh karenanya, asumsi pertumbuhan industri mamin kami koreksi di level 4-4,5% sebagai skenario terburuk mengikuti pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 2,3-2,4%. Di Q2 pun nampaknya tidak lebih baik dari Q1, saya berharap setelah pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kami bisa mengejar ketertinggalan," jelas Adhi.
Sebelumnya, para anggota Gapmmi sudah sangat siap dari sisi produksi dan supply yang sudah disiapkan sejak bulan Januari. Angka Purchasing Managers' Index (PMI) dari bulan Januari ke Februari nampak bagus dengan kenaikan dari 49,3 ke 51,9. Namun, angka ini sangat drop di bulan Maret-April, di posisi 27,5 pada bulan April.
"Oleh karenanya, asumsi pertumbuhan industri mamin kami koreksi di level 4-4,5% sebagai skenario terburuk mengikuti pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 2,3-2,4%. Di Q2 pun nampaknya tidak lebih baik dari Q1, saya berharap setelah pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kami bisa mengejar ketertinggalan," jelas Adhi.
(ind)
Lihat Juga :