Pelaku Start Up Harus Kuat dengan Inovasi dan Temuan Baru
Rabu, 03 Juni 2020 - 23:40 WIB
Kegiatan pembelajaran proses bisnis di Universitas Prasetiya Mulya. Foto/Dok.
JAKARTA - Dalam kurun lima tahun terakhir, transformasi digital bertumbuh sangat pesat. Teknologi digital ditopang Revolusi Industri 4.0 telah berakselerasi dengan pertumbuhan yang belum pernah terjadi. Teknologi digital membawa gelombang perubahan besar secara global, termasuk di Indonesia. Hal ini mendorong menjamurnya usaha rintisan (start up) di dalam negeri.
Indonesia telah melahirkan lima unicorn atau startup dengan nilai valuasi melebihi USD1 miliar, yakni Gojek, Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, dan Ovo. Namun, pertumbuhan start up di dalam negeri cenderung menurun. Dari data start up ranking, Indonesia memiliki 2.079 perusahaan rintisan pada Maret 2018, namun hingga April 2020, jumlahnya turun menjadi 1.719 start up.
Baca: Trump Kesal Netflix Kena Pajak, Sri Mulyani Enggan Komentar
"Entrepreneur perlu diperlengkapi dengan konten teknologi dan teknik yang kuat sehingga muncul bisnis berbasis evidence atau temuan-temuan baru. Bukan sekadar mereplikasi apa yang sudah ada, tapi memberikan sesuatu yang baru bagi industri," ujar Prof. Agus W. Soehadi, Ph.D., Wakil Rektor I Bidang Pembelajaran Universitas Prasetiya Mulya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (3/6/2020).
Indonesia telah melahirkan lima unicorn atau startup dengan nilai valuasi melebihi USD1 miliar, yakni Gojek, Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, dan Ovo. Namun, pertumbuhan start up di dalam negeri cenderung menurun. Dari data start up ranking, Indonesia memiliki 2.079 perusahaan rintisan pada Maret 2018, namun hingga April 2020, jumlahnya turun menjadi 1.719 start up.
Baca: Trump Kesal Netflix Kena Pajak, Sri Mulyani Enggan Komentar
"Entrepreneur perlu diperlengkapi dengan konten teknologi dan teknik yang kuat sehingga muncul bisnis berbasis evidence atau temuan-temuan baru. Bukan sekadar mereplikasi apa yang sudah ada, tapi memberikan sesuatu yang baru bagi industri," ujar Prof. Agus W. Soehadi, Ph.D., Wakil Rektor I Bidang Pembelajaran Universitas Prasetiya Mulya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (3/6/2020).
Lihat Juga :