Pariwisata Diprediksi Bangkit pada 2024, Infrastruktur Digital Harus Disiapkan
Jum'at, 29 Oktober 2021 - 23:04 WIB
"Kita melihat kecenderungan di berbagai negara juga banyak warganya yang berwisata di negara masing-masing. Kita beruntung karena Indonesia memiliki pangsa pasar domestik yang cukup besar. Sebelum pandemi 2019, kontribusi dari wisatawan domestik sendiri lebih dari Rp307 triliun, dengan pergerakan 280 juta wisatawan," sambungnya.
Mengakselerasi percepatan pemulihan sektor pariwisata tersebut, Angela menyebutkan saat ini sektor pariwisata harus didukung dengan percepatan teknologi digital yang juga menjadi tren baru masyarakat melakukan aktivitas ekonomi.
Baca juga: Tadabur Surat Yusuf Ayat 9-10: Nabi Yusuf Dibuang ke Sumur Gelap
"Kedua kita melihat, bahwa pandemi mengakselerasi digitalisasi. Jadi ke depannya memang kita harus betul-betul memanfaatkan momentum digitalisasi," lanjut Angela.
Menurutnya tren digitalisasi harus dimanfaatkan para pelaku UMKM di sektor pariwisata untuk mengikuti perkembangan. "Ke depannya untuk para pelaku usaha di pariwisata di Indonesia juga sudah harus aware dan melek akan hal ini. Ke depan pariwisata berbasis digital itu betul-betul sangat berpengaruh," pungkasnya.
Mengakselerasi percepatan pemulihan sektor pariwisata tersebut, Angela menyebutkan saat ini sektor pariwisata harus didukung dengan percepatan teknologi digital yang juga menjadi tren baru masyarakat melakukan aktivitas ekonomi.
Baca juga: Tadabur Surat Yusuf Ayat 9-10: Nabi Yusuf Dibuang ke Sumur Gelap
"Kedua kita melihat, bahwa pandemi mengakselerasi digitalisasi. Jadi ke depannya memang kita harus betul-betul memanfaatkan momentum digitalisasi," lanjut Angela.
Menurutnya tren digitalisasi harus dimanfaatkan para pelaku UMKM di sektor pariwisata untuk mengikuti perkembangan. "Ke depannya untuk para pelaku usaha di pariwisata di Indonesia juga sudah harus aware dan melek akan hal ini. Ke depan pariwisata berbasis digital itu betul-betul sangat berpengaruh," pungkasnya.
(uka)
Lihat Juga :