Ini Alasan Angkasa Pura Logistik Mengembangkan Bisnis Kargo
Kamis, 04 Juni 2020 - 23:09 WIB
Pesawat ATR 72-500 untuk bisnis kargo. Foto/Dok.Angkasa Pura Logistik
JAKARTA - Lesunya penerbangan penumpang selama pandemi Covid-19 membuat PT Angkasa Pura I, melalui anak usahanya PT Angkasa Pura Logistik bekerja sama dengan PT Pelita Air Service untuk mengoptimalkan penerbangan logistik di tanah air.
Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi mengatakan di tengah pandemi Covid-19 ini, operasional sarana transportasi umum yang mengangkut penumpang, termasuk sarana transportasi udara, cukup dibatasi untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.
Oleh karena itu, melalui anak perusahaannya, Angkasa Pura I berupaya mendorong kinerja bisnis kargo yang pada masa pandemi ini penurunannya tidak terlalu dalam seperti trafik penumpang.
"Hal ini juga merupakan komitmen perusahaan untuk berkontribusi terhadap pewujudan penguatan konektivitas logistik di Indonesia," ujar Faik Fahmi di Jakarta, Kamis (4/6/2020).
Baca: Kembangkan Bisnis Logistik, Angkasa Pura Logistik Luncurkan Layanan Air Freight
Selain itu, dalam jangka panjang, mengutip data Mondor Intelligence Reports 2019, bisnis air freight (kargo) di Indonesia diproyeksikan meningkat 110% sejak 2018-2024 dari USD9,21 miliar menjadi USD19,3 miliar dengan bertumbuh sebesar 26% hingga 2023.
Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi mengatakan di tengah pandemi Covid-19 ini, operasional sarana transportasi umum yang mengangkut penumpang, termasuk sarana transportasi udara, cukup dibatasi untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.
Oleh karena itu, melalui anak perusahaannya, Angkasa Pura I berupaya mendorong kinerja bisnis kargo yang pada masa pandemi ini penurunannya tidak terlalu dalam seperti trafik penumpang.
"Hal ini juga merupakan komitmen perusahaan untuk berkontribusi terhadap pewujudan penguatan konektivitas logistik di Indonesia," ujar Faik Fahmi di Jakarta, Kamis (4/6/2020).
Baca: Kembangkan Bisnis Logistik, Angkasa Pura Logistik Luncurkan Layanan Air Freight
Selain itu, dalam jangka panjang, mengutip data Mondor Intelligence Reports 2019, bisnis air freight (kargo) di Indonesia diproyeksikan meningkat 110% sejak 2018-2024 dari USD9,21 miliar menjadi USD19,3 miliar dengan bertumbuh sebesar 26% hingga 2023.
Lihat Juga :