Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp6.055 Triliun per Oktober 2021
Selasa, 14 Desember 2021 - 10:50 WIB
Sementara itu, ULN swasta tercatat mencapai USD208,4 miliar per Oktober 2021. Angkanya turun dari bulan sebelumnya yang sebesar USD209,2 miliar. Secara tahunan, ULN swasta terkontraksi sebesar 1 persen pada bulan Oktober 2021, setelah pada periode sebelumnya tumbuh rendah sebesar 0,4%.
Penurunan ULN swasta disebabkan ULN lembaga keuangan yang terkontraksi 5,8% dan pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan yang melambat 0,3%. Berdasarkan sektor, ULN swasta terbesar bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap, dan udara dingin, sektor industri pengolahan, serta sektor pertambangan dan penggalian, dengan pangsa mencapai 76,8% dari total ULN swasta.
Baca Juga: Utang Luar Negeri RI Bengkak Jadi Rp6.000 Triliun, Pemerintah Bisa Bayar Nggak Ya?
Dia memastikan, struktur ULN Indonesia tetap sehat. Hal tersebut tercermin dari rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) yang terjaga di kisaran 36,1% atau turun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 37%.
"Struktur ULN Indonesia tetap sehat juga ditunjukkan oleh ULN Indonesia yang tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang, dengan pangsa mencapai 88,3% dari total ULN," kata Erwin.
Penurunan ULN swasta disebabkan ULN lembaga keuangan yang terkontraksi 5,8% dan pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan yang melambat 0,3%. Berdasarkan sektor, ULN swasta terbesar bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap, dan udara dingin, sektor industri pengolahan, serta sektor pertambangan dan penggalian, dengan pangsa mencapai 76,8% dari total ULN swasta.
Baca Juga: Utang Luar Negeri RI Bengkak Jadi Rp6.000 Triliun, Pemerintah Bisa Bayar Nggak Ya?
Dia memastikan, struktur ULN Indonesia tetap sehat. Hal tersebut tercermin dari rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) yang terjaga di kisaran 36,1% atau turun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 37%.
"Struktur ULN Indonesia tetap sehat juga ditunjukkan oleh ULN Indonesia yang tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang, dengan pangsa mencapai 88,3% dari total ULN," kata Erwin.
(nng)
Lihat Juga :