Pengembangan Bandara Hang Nadim Dorong Kawasan BBK, Airlangga: Penghubung ke Pasar Global

Rabu, 22 Desember 2021 - 18:33 WIB
Menko Airlangga Hartarto berharap Pengembangan Kawasan BBK (Batam, Bintan, dan Karimun) diharapkan mendorong terbukanya akses penerbangan yang langsung, terutama ke Korea Selatan, Tiongkok, serta beberapa negara lain. Foto/Dok
JAKARTA - Guna mengakselerasi pengembangan Kawasan Batam , Bintan, Karimun (BBK). Telah dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) dengan Badan Usaha Pelaksana Proyek KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha) Pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim Batam , Selasa (12/12).

“Penandatanganan PKS ini menandai era baru dari proses panjang dalam upaya percepatan pengembangan Bandara Hang Nadim Batam dalam menunjang pengembangan Kawasan BBK, serta kawasan regional Indonesia bagian barat, maupun menghubungkan dengan pasar global seperti Korea, Jepang, dan Tiongkok, bahkan bisa menjangkau Amerika Serikat,” jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto , secara virtual di Jakarta.Konsorsium



Baca Juga: BUMN Menangi Pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam

Pengembangan Kawasan BBK (Batam, Bintan, dan Karimun) diharapkan mendorong terbukanya akses penerbangan yang langsung, terutama ke Korea Selatan, Tiongkok, serta beberapa negara lain. Di samping itu, Batam akan dapat menjadi alternatif hub untuk penerbangan internasional, terutama ke Pulau Jawa, Bali, NTB, Sulawesi, Maluku, dan Papua dengan memanfaatkan jaringan bandara yang dioperasionalkan oleh Angkasa Pura I tersebut.

Dengan semakin terbukanya jaringan penerbangan internasional dari dan ke Batam, yang tidak hanya untuk penumpang tetapi juga kargo. Maka akan mempercepat pemulihan dan pengembangan industri pariwisata di Kawasan BBK, serta dapat mengefisienkan layanan kargo yang akan dapat meningkatkan daya saing industri dan mengurangi biaya logistik di Batam. Selain itu, juga dapat mendorong supply chain barang elektronik, baik dari bahan baku maupun produknya sendiri.

Pelaksanaan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) ini, juga membuka peluang yang dapat ditangkap oleh Batam, antara lain berupa terbukanya lalu lintas penerbangan, baik domestik maupun internasional, mendukung penerbangan haji dan umroh, pengembangan tujuan pariwisata kolaboratif, dan pengembangan Batam sebagai Logistic Aerocity (e-commerce dan cold chain product).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!