URBN Cetak Lonjakan Laba Bersih 158% Menjadi Rp119,2 Miliar
Kamis, 23 April 2020 - 15:39 WIB
Dalam Keterbukaan Informasi dan Revisi Keterbukaan Informasi yang sudah disampaikan Perseroan masing-masing pada tanggal 24 Februari 2020 dan tanggal 21 April 2020, perjanjian jual beli sudah ditandatangani oleh para pihak pada tanggal 12 Februari 2020. Akuisisi senilai Rp 633 miliar atas 51,01% saham milik PT Ciptaruang Persada Property (“CPP”) di PT JRC tersebut akan menggunakan dana internal Perseroan, termasuk dana hasil Penawaran Perdana Saham.
Bambang Sumargono, Direktur Utama Perseroan yang baru menyampaikan, bahwa JRC akan menjadi proyek kawasan mixed-used berkonsep TOD terbesar di Jakarta. Nilai kapitalisasi total sekitar Rp 10 triliun .
“Kami yakin bahwa kontribusi dari JRC akan sangat signifikan bagi Perseroan. Rencana peluncuran proyek ini pada tahun 2021. Kami segera mengembangkan greenfield project JRC agar segera pula memperoleh nilai tambahnya,” ujar Bambang.
Lebih lanjut Ia menekankan, perseroan akan tetap mempertahankan pertumbuhan bisnis pada tahun ini setelah pada 2019 berhasil membukukan peningkatan kinerja yang sangat signifikan.
"Walaupun situasi ekonomi khususnya industri properti masih dalam kondisi stagnan ditambah lagi dengan isu Covid-19, tapi kami tetap optimis bahwa Perseroan akan dapat membukukan kinerja yang baik di tahun 2020 ini. Sinyal perbaikan itu muncul dari turunnya suku bunga serta proyek infrastrukutr khususnya LRT yang tetap berjalan. Dan berharap pandemi Covid-19 akan segera berakhir," paparnya.
Bambang Sumargono, Direktur Utama Perseroan yang baru menyampaikan, bahwa JRC akan menjadi proyek kawasan mixed-used berkonsep TOD terbesar di Jakarta. Nilai kapitalisasi total sekitar Rp 10 triliun .
“Kami yakin bahwa kontribusi dari JRC akan sangat signifikan bagi Perseroan. Rencana peluncuran proyek ini pada tahun 2021. Kami segera mengembangkan greenfield project JRC agar segera pula memperoleh nilai tambahnya,” ujar Bambang.
Lebih lanjut Ia menekankan, perseroan akan tetap mempertahankan pertumbuhan bisnis pada tahun ini setelah pada 2019 berhasil membukukan peningkatan kinerja yang sangat signifikan.
"Walaupun situasi ekonomi khususnya industri properti masih dalam kondisi stagnan ditambah lagi dengan isu Covid-19, tapi kami tetap optimis bahwa Perseroan akan dapat membukukan kinerja yang baik di tahun 2020 ini. Sinyal perbaikan itu muncul dari turunnya suku bunga serta proyek infrastrukutr khususnya LRT yang tetap berjalan. Dan berharap pandemi Covid-19 akan segera berakhir," paparnya.
(akr)