Ditunjang Kinerja Positif, BNI Terus Didorong Go Internasional
Minggu, 30 Januari 2022 - 14:47 WIB
BNI juga memcatatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp729,17 triliun, tumbuh 15,5% (yoy) yang membawa perseroan pada situasi likuiditas yang sangat mencukupi dan jauh melampaui pertumbuhan kredit tahun lalu.
Dalam BNI Business Meeting 2022 yang digelar Sabtu (29/1), Erick menyatakan harapannya bahwa dengan kinerja tersebut BNI dapat terus meningkatkan fokusnya dalam mendorong ekspansi bisnis internasional. Terlebih, momentum pertumbuhan ekonomi global tahun ini diproyeksi lebih kuat sehingga banyak peluang pertumbuhan baru yang dapat dioptimalkan oleh pelaku usaha korporasi sekaligus UMKM.
Erick menilai BNI berhasil menciptakan sebuah ekosistem pertumbuhan antara UMKM dan diaspora, seperti di United Arab Emirates (UAE). Ke depannya, kata dia, hal ini dapat menjadi model andalan yang dapat diduplikasi di banyak wilayah operasional global BNI.
"Seperti bagaimana kami lihat di UAE, kita berhasil mengkolaborasikan diaspora dan UMKM. Ini merupakan upaya untuk terus menciptakan lapangan kerja bagi semua masyarakat Indonesia di luar negeri. Tentu ini juga menjadi salah satu langkah guna mendukung ekspansi kinerja ekonomi kita," ujarnya.
Erick juga berpendapat BNI berpotensi untuk mengoptimalkan momentum Presidensi G20 Indonesia 2022. Dia mengatakan, BNI bisa menjadi jembatan untuk merealisasikan berbagai proyek ekonomi berkelanjutan baru. Momentum G20 juga dapat dimanfaatkan BNI untuk melakukan showcasing layanan globalnya.
"Semoga dengan kondisi ekonomi makro yang lebih baik serta kinerja 2021 yang positif ini dapat menjadi modal BNI dalam menjawab semua ekspektasi pemangku kepentingan. BNI juga harus melakukan transformasi, dan inovasi guna meningkatkan kapabilitas dalam kinerjanya. Tentu juga dalam core value AKHLAK," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi kinerja manajemen BNI yang telah mampu menutup tahun 2021 dengan peningkatan kredit dan penghimpunan DPK yang sangat positif. Menurutnya, kinerja tersebut menunjukkan kemampuan BNI untuk menjaga kepercayaan kepada pemerintah dengan tata kelola yang sangat baik dalam operasionalnya. Upaya efisiensi menurutnya juga dilakukan dengan sangat baik dan hati-hati sehingga meningkatkan daya saing BNI dalam mendukung pemulihan ekonomi yang lebih cepat.
Dalam BNI Business Meeting 2022 yang digelar Sabtu (29/1), Erick menyatakan harapannya bahwa dengan kinerja tersebut BNI dapat terus meningkatkan fokusnya dalam mendorong ekspansi bisnis internasional. Terlebih, momentum pertumbuhan ekonomi global tahun ini diproyeksi lebih kuat sehingga banyak peluang pertumbuhan baru yang dapat dioptimalkan oleh pelaku usaha korporasi sekaligus UMKM.
Erick menilai BNI berhasil menciptakan sebuah ekosistem pertumbuhan antara UMKM dan diaspora, seperti di United Arab Emirates (UAE). Ke depannya, kata dia, hal ini dapat menjadi model andalan yang dapat diduplikasi di banyak wilayah operasional global BNI.
"Seperti bagaimana kami lihat di UAE, kita berhasil mengkolaborasikan diaspora dan UMKM. Ini merupakan upaya untuk terus menciptakan lapangan kerja bagi semua masyarakat Indonesia di luar negeri. Tentu ini juga menjadi salah satu langkah guna mendukung ekspansi kinerja ekonomi kita," ujarnya.
Erick juga berpendapat BNI berpotensi untuk mengoptimalkan momentum Presidensi G20 Indonesia 2022. Dia mengatakan, BNI bisa menjadi jembatan untuk merealisasikan berbagai proyek ekonomi berkelanjutan baru. Momentum G20 juga dapat dimanfaatkan BNI untuk melakukan showcasing layanan globalnya.
"Semoga dengan kondisi ekonomi makro yang lebih baik serta kinerja 2021 yang positif ini dapat menjadi modal BNI dalam menjawab semua ekspektasi pemangku kepentingan. BNI juga harus melakukan transformasi, dan inovasi guna meningkatkan kapabilitas dalam kinerjanya. Tentu juga dalam core value AKHLAK," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi kinerja manajemen BNI yang telah mampu menutup tahun 2021 dengan peningkatan kredit dan penghimpunan DPK yang sangat positif. Menurutnya, kinerja tersebut menunjukkan kemampuan BNI untuk menjaga kepercayaan kepada pemerintah dengan tata kelola yang sangat baik dalam operasionalnya. Upaya efisiensi menurutnya juga dilakukan dengan sangat baik dan hati-hati sehingga meningkatkan daya saing BNI dalam mendukung pemulihan ekonomi yang lebih cepat.
Lihat Juga :