Panasnya Geopolitik Rusia dan Ukariana, Bikin Harga Batu Bara Membara

Jum'at, 04 Februari 2022 - 12:10 WIB
Terlepas dari ambisi Eropa untuk mengurangi emisi karbon pada pertengahan abad ini yang berarti menghentikan semua penggunaan bahan bakar fosil, terutama batu bara, benua biru itu diketahui justru telah beralih kembali ke batu bara sejak pertengahan tahun lalu.

Berdasarkan data impor, pengangkutan batu bara ke Eropa naik 55,8% pada Januari dibandingkan tahun lalu, menjadi 10,8 juta ton. Dari angka tersebut Rusia memasok 43,2% batu bara, sementara Australia menyediakan 19,1%, sebagaimana dirangkum dalam analisa Braemar ACM dari data logistik perkapalan, dilansir Reuters, Jumat (4/2/2022).

Impor batubara Uni Eropa juga meningkat pada Desember 2021 sebesar 35,1% yoy menjadi 9,3 juta ton. Secara keseluruhan, pengiriman batu bara termal dari Rusia ke Eropa, yang sebagian besar dikirim ke Jerman, Belgia, dan Belanda juga naik menjadi 31,1 juta ton, meningkat 16,2% yoy.

Baca juga: Salam Baginda kepada Raja Non-Islam Jadi Masalah, Begini Nasihat Abu Nawas

Dari sisi domestik, sebagai eksportir batu bara terbesar, Indonesia membuka kembali keran ekspornya. Hal ini berpotensi mengurangi pengetatan harga di pasaran.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!